Beranda Bandar Lampung

Pemprov Lampung Usul Pengembangan 9 Jalur Kereta Api

293
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ditargetkan, 2024 Jalur Kereta Api Aceh-Lampung Terhubung 1
Ilustrasi.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mengusulkan pengembangan sembilan trase jalur kereta api guna meningkatkan distribusi kekayaan dan mendorong perekonomian Lampung.

Plt. Kepala Balitbangda Provinsi Lampung Mulyadi Irsan mengatakan, dengan adanya jalur kereta api baru itu nantinya kereta api akan terintegrasi dengan transportasi darat dan laut. Sehingga keberadaan kereta api bisa mempercepat distribusi dan mengurangi kerusakan jalan yang kian masif.

Dikatakan Mulyadi, master plan tersebut nantinya akan tertuang di RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) juga RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Menurut dia, pemerintah pusat juga akan merespons jika Pemprov sudah memiliki masterplan. Sehingga master plan tersebut menjadi prioritas pembangunan nasional untuk 20 tahun kedepan.

“Dalam masterplan itu juga sudah masuk shortcut, double track dan kereta api bandara,” kata dia saat diwawancarai di lingkungan kantor Pemprov Lampung, Rabu (13/2).

Mulyadi mengungkapkan, adapun sembilan prioritas jalur kereta api yang diusulkan telah melalui hasil kajian pihaknya antara lain; 1. Lampung – Sumatera Selatan (double track pada jalur existing), 2. Tegineneng – Tarahan (shortcut KA Babaranjang), 3. Tarahan-Bakauheni, 4. Bandar Lampung – Pringsewu.

Kemudian, 5. Perkotaan Bandar Lampung (commuterline), 6. Tegineneng – Metro, 7. Metro – Sukadana, 8. Terbanggi Besar – Unit II, dan 9. Unit II-Simpang Pematang

Mulyadi menjelaskan, empat prioritas teratas tersebut merupakan jalur penghubung pusat kegiatan terpenting dan terkoneksi dengan simpul-simpul transportasi utama seperti pelabuhan utama dan pelabuhan penyeberangan di Lampung.

Sedangkan prioritas lainnya yakni penghubung pusat kegiatan dan terkoneksi dengan simpul-simpul transportasi baik pelabuhan pengumpul dan terminal di Lampung.

Kajian tersebut, lanjutnya, disusun dengan memperhatikan rencana tata ruang wilayah dan rencana induk jaringan mode transportasi.

“Selain berdasarkan tingkat kepentingan, penilaian juga berdasarkan kriteria tingkat manfaat /dampak pembangunan kereta api yang mencangkup kelayakan dari segi ekonomi dan finansial, dampak sosial, lingkungan dan politik,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Samsul Rijal membenarkan adanya sembilan prioritas jalur kereta api yang diusulkan.

“Jalur KA dari Lampung – Sumatera Selatan (double track pada jalur existing), Tegineneng – Tarahan (shortcut KA Babaranjang),Tarahan-Bakauheni dan Bandar Lampung – Pringsewu sedang kita dorong untuk skala prioritas,” paparnya.

Selanjutnya, jalur KA Perkotaan Bandar Lampung (commuter line), Tegineneng – Metro, Metro-Sukadana, Terbanggi Besar – Unit II dan Unit II-Simpang Pematang sudah diupayakan dan masuk dalam dokumen Dinas Perhubungan.

Lebih lanjut Samsul menjelaskan, saat ini yang terpenting ialah dukungan semua pihak terkait pembangunan shortcut. Sebab, jalur KA Babaranjang yang saat ini sudah sangat menggangu lalu lintas jalan dan harus dikeluarkan dari Jalur exiting yang ada saat ini.

“Kalau shortcut sudah terbangun maka Jalur exiting bisa digunakan maksimal untuk jalur KA komersil atau penumpang, termasuk untuk jalur KA Bandara,” pungkasnya. (**/Erik)

Facebook Comments