Beranda Politik

Tekan Politik Uang, Bawaslu Lampung Akan Lakukan Patroli Pengawasan

53
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah. Foto : Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung akan melakukan patroli pengawasan untuk menekan politik uang dan meningkatkan partisipasi masyarakat saat pemilu 2019 mendatang.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menerangkan, patroli pengawasan dalam mengantisipasi money politik akan dilakukan saat hari tenang.

“Kita tingkatkan patroli tersebut, sehingga semua akan terdengar oleh pengawas pemilu,  apabila ada pergerakan yang dilakukan peserta pemilu maupun tim kampanye,” ungkapnya saat ditemui di Novotel Bandar Lampung, Senin (18/2).

Semua tim Bawaslu akan bergerak serentak di 15 kabupaten kota, mulai dari  PPL,  PPS, dan pengawas TPS dan akan diberikan alat kerja pengawasan.

Khoir juga mengungkapkan, hal-hal yang diawasi di antaranya, tidak ada kegiatan kampanye di hari tenang, kemudian memastikan apakah masih ada masyarakat yang memenuhi syarat tetapi tidak masuk dalam DPT. Dan memastikan kesiapan logistik di setiap TPS juga memastikan apakah ada yang membagikan sembako atau uang, dengan mengunjungi dari rumah ke rumah.

“Kita juga mengajak masyarakat untuk berpatisipasi, ketika mendapatkan hal seperti ada orang yang memberi barang atau uang, segera melaporkan ke pengawas terdekat, sehingga pengalaman pilgub yang lalu tidak terulang. Karena apabila melihat pilgub, masyarakat hanya tahu dari orang lain, bukan yang bersangkutan. Jadi kita berharap partisipasi masyarakat seperti itu,” ungkapnya.

Selain itu, Khoir juga menerangkan Bawaslu Lampung juga akan mengawasi uang transportasi dan biaya konsumsi bisa diberikan tetapi bukan dalam bentuk uang.  Maka salah satu alternatif yang sudah diputuskan oleh KPU berupa vocer.

“Nah vocer itu akan kita pastikan standar biaya minimum di Bandar Lampung itu berapa,  misalkan standar transportasi itu berapa, misalkan 100 ribu, apabila dibelikan bensin berapa liter, misalnya 5 miter, jadi kalau vocernya itu ditulis sebesar 5 liter tidak boleh 10 liter. Begitu juga dengan vocer makan, standar makan berapa 50 ribu misalnya, berarti vocer yang digunakan harus tertulis 50.000. Nah itu yang akan kita awasi,” tandasnya. (Sule)

 

Facebook Comments