Beranda Bandar Lampung

Kasus Suap Mustafa, KPK Marathon Periksa Dewan Lampung Tengah

60
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus dugaan suap mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Mustafa, ke sejumlah Anggota DPRD Lamteng, terus berlangsung.

Selasa (19/2/2019), penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang Anggota DPRD Lamteng yakni Saifulloh Ali, Purismono dan Firdaus Ali serta satu pihak swasta.

Pemeriksaan terhadap keempat orang saksi tersebut dianggap mengetahui peristiwa yang tengah disidik KPK dengan tersangka Mustafa.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, pihaknya terus mendalami perkara suap yang menjerat tersangka Mustafa dengan memeriksa para saksi yang dianggap mengetahui tentang aliran dana dari Mustafa ke sejumlah pimpinan dan Anggota DPRD Lamteng.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MUS,” kata Febri saat dikonfirmasi melalui teleponnya, Selasa (19/2/2019).

Febri, mengatakan, jumlah saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK telah mencapai 47 orang, teridir dari anggota dewan dan swasta. Selain kasus suap, penyidik juga mendalami terkait proses pengesahan APBD-P Tahun 2017 dan APBD Tahun 2018 serta pengesahan pinjaman Pemkab Lampung Tengah kepada PT SMI.

Sedangkan pihak swasta diperiksa untuk mengklarifikasi informasi dan peran terkait dugaan aliran dana ke bupati untuk kepentingan mendapatkan proyek di Lamteng yang akan dibiayai dari pinjaman PT SMI.

Diketahui, dalam kasus suap ini selain Mustafa, KPK juga menetapkan empat orang tersangka di DPRD Lamteng. Mereka yakni Ketua DPRD Lamteng, Achmad Junaidi dan tiga Anggota DPRD Lamteng yakni, Bunyana, Raden Zugiri, dan Zainudin.

Menurut KPK, keempat orang tersebut diduga secara bersama-sama menerima hadiah atau janji terkait dengan pinjaman daerah Kabupaten Lamteng Tahun Anggaran 2018.

Keempatnya diduga menerima suap terkait tiga hal. Pertama, persetujuan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp. 300 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Kemudian terkait pengesahan APBD-P Lamteng Tahun Anggaran 2017 dan pengesahan APBD Lamteng Tahun Anggaran 2018. (Kardo)

Facebook Comments