Beranda Bandar Lampung

Kejaksaan Sita Aset Tanah Alay Seluas 30 Hektare Senilai Rp2,7 Miliar

71
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sugiarto Wiharjo alias Alay sedang mengukur tinggi badan ketika berada di ruang registrasi Lapas Kelas 1A Rajabasa. Foto: Kardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung) RI bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung melakukan interogasi terhadap Sugiarto Wiharjo alias Alay, untuk mencari keberadaan aset-asetnya. Interogasi dilakukan di Lapas Kelas 1A Rajabasa, Bandar Lampung.

Kunjungan ketiga instansi penegak hukum ke Lapas Kelas 1A Rajabasa, Bandar Lampung, telah dilakukan sebanyak dua kali. Pertama, Selasa (12/2/2019) dan kedua pada Selasa (19/2/2019).

Dalam kunjungan pertama, turut pula dititipkan handphone milik Alay yang sempat disita kejaksaan, ke ruang penitipan di Blok D3 Lapas Kelas 1A Rajabasa.

Kepala Lapas Kelas 1A Rajabasa Sudjonggo saat dihubungi, membenarkan informasi tersebut. Sudjonggo mengatakan, interogasi terhadap Alay dilakukan di salah satu ruangan di lapas. “Kalau kunjungan dari kejaksaan, itu benar adanya,” jelasnya, Selasa (19/2/2019).

Sudjonggo menerangkan, selain tiga instansi itu, ada pula pihak lain yang juga mengunjungi Alay Sugiarto di Blok D3 Lapas Kelas 1A Rajabasa. “Ada kunjungan dari kuasa hukum Pak Sugiarto,” tuturnya tanpa menyebutkan siapa nama kuasa hukumnya.

Ada pula dua orang lainnya yang mengunjungi Alay, yakni atas nama Hendrawan warga Pringsewu yang mengaku teman Alay. Lalu Ferry Pietrajaya warga Pangeran Antasari Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, yang mengaku sebagai adik Alay.

“Ada juga yang berkunjung mengaku adik dan teman dari Pak Sugiarto,” ungkapnya. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung Ari Wibowo pun membenarkan, adanya kunjungan perwakilan kejaksaan ke Lapas Kelas 1A Rajabasa, Bandar Lampung.

“Itu benar. Kegiatan itu sebagai upaya kejaksaan untuk mengupayakan adanya uang pengganti untuk mengganti kerugian negara,” ucapnya.

Informasi terbaru, aset Sugiarto Wiharjo berhasil terlacak di Lampung Timur dan sudah disita oleh pihak kejaksaan pada Rabu (13/2/2019). Asetnya berupa tanah seluas 30 hektare (Ha) senilai Rp2,7 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Sukadana Lampung Timur Syahril Harahap menjelaskan, aset tanah milik Alay yang disita berlokasi di Dusun Ogan, Desa Rajabasalama 2, Kecamatan Labuhanratu, Lamtim.

Ia menjelaskan, lahan seluas 30 hektare itu telah memiliki 3 sertifikat hak milik (SHM) atas nama Sugiarto Wiharjo. Lahan itu kini digarap masyarakat dan ditanami jagung serta singkong. “Aset ini kita sita berdasarkan fotokopi surat kepemilikan tanah atas nama Sugiarto Wiharjo,” terangnya. (Ricardo)

Facebook Comments