Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tambal Jalan Samudera Kotaagung Pakai Semen

105
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tanggamus – Kesal tak kunjung diperbaiki dan sering terjadi kecelakaan, warga Jalan Samudera Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, gotongroyong menambal jalan yang berlubang dengan semen, Rabu (20/2/2019).

Perbaikan jalan dengan cara penambalan ini dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap kerusakan ruas jalan provinsi di dalam kota, yang terkesan dibiarkan dan tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal, jalan dipenuhi lubang dan aspal yang terkelupas yang sangat membahayakan warga yang melintas.

Fadil, salah seorang warga mengatakan, kerusakan Jalan Samudera yang berada di jantung ibukota Kabupaten Tanggamus, dan hanya berjarak beberapa puluh meter dari rumah dinas Bupati Tanggamus itu sudah beberapa kali diajukan perbaikan baik ke pihak kelurahan, kecamatan, Pemkab, dan Dinas PUPR. Namun sudah dua tahun tidak pernah ada respons.

“Karena tidak ada respons, warga kesal dan berinisiatif menambal menggunakan semen, bantuan dari warga,” katanya.

Bahkan pengajuan perbaikan jalan tersebut, juga disampaikan ke anggota DPRD Tanggamus dari daerah pemilihan II Kecamatan Kotaagung Barat, Kotaagung, Kotaagung Timur dan Wonosobo. Namun tidak ada satupun dari sembilan dewan yang bisa memperjuangkannya.

“Kami seperti tidak punya perwakilan rakyat karena tidak bisa memperjuangkan perbaikan jalan. Padahal ini di jantung kota, sungguh keterlaluan,” ujar Edi, warga lainnya.

Edi menuturkan, sudah banyak warga yang menjadi korban akibat jalan yang rusak, baik laki-laki, perempuan, dewasa dan anak-anak.

“Ironisnya lagi, di sepanjang jalan ini ada sekolah dari SD, SMP dan SMA. Banyak yang jatuh setiap kali pengendara lewat di jalan ini,” kata dia.

Ridwan, warga lainnya berharap Pemkab Tanggamus dan Pemprov Lampung tidak menutup mata atas kerusakan jalan tersebut. Karena selain menyebabkan kecelakaan juga lingkungan menjadi kumuh.

“Harusnya malu, masa jalan di pusat ibukota kondisinya hancur. Untuk itu mohon kiranya perbaikannya menjadi prioritas,” katanya. (Sayuti)

Facebook Comments