• Jumat, 13 Desember 2019

Gandeng Milenial, KPU Bandar Lampung Ajak Warga Net Jadi Barisan Lawan Politik Uang

Rabu, 27 Februari 2019 - 20.24 WIB - 0

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung bersama relawan demokrasi terus melakukan sosialisasi tentang pemilu ke seluruh lapisan masyarakat guna meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu 2019. Sosialisasi kali ini menyasar lapisan masyarakat yang gemar bermain media sosial atau biasa disebut Warga Net di cafe Eat Boss Bandar Lampung, Rabu (27/2).

Dalam sosialisasi kali ini, KPU Bandar Lampung mengajak kepada seluruh warga net yang hadir seperti para Blogger dan selebgram Bandar Lampung untuk dapat masuk dalam barisan melawan politik uang dan membantu mensosialisasikan pemilu 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua KPU Bandar Lampung Fauzy Heri saat mengisi materi sosialisasi. Fauzy mengungkapkan, sebagai kaum milenial warga net tidak boleh bertindak apatis, seperti tidak ingin memilih karena tidak ada perubahan atau tidak mau milih karena tidak mendapatkan apa-apa.

"Tetapi saya ingin menyampaikan kepada para blogger, jika kita merasa orang baik, punya visi-misi yang baik, ingin harapan demokrasi terwujud dan menginginkan negara kita maju, maka alasan klasik tadi tidak bisa kalian pakai. Karena banyak atau sedikit rakyat memilih dalam pemilihan nanti hasilnya tetap diakui. Maka jangan heran, apabila hasil dari Pemilu nanti ada anggota legislatif misalnya yang terpilih tapi nyatanya dia tidak bisa apa-apa, tidak mengerti tupoksi dan tidak memikirkan rakyat, maka dia duduk disitu (anggota dewan) akibat dari orang-orang kurang baik memilih sedangkan orang-orang baik hanya diam," Ungkapnya.

Fauzy juga mengatakan, ada beberapa persoalan yang membingungkan saat memilih nanti, yakni bagaimana mencari tahu apakah orang yang akan dipilih merupakan orang yang baik, memiliki harapan yang baik dan seperti apa orangnya.

Seperti capres, tentu akan mudah sekali menilai, karena hanya dua kandidat, tetapi saat memilih caleg, agak sulit mendapatkan informasinya, begitu juga dengan DPD makin sulit lagi mencari informasi, oleh karena itu KPU Bandar Lampung, dengan kemampuannya pernah menyelenggarakan debat caleg milenial dan parpol.

"Nah itu adalah salah satu cara KPU menyampaikan informasi terkait caleg-caleg yang berkompetisi pada pemilu 2019. Oleh karena itu kalian (Warga Net) harus pro-aktif, dengan cara datang ke penyelenggara pemilu, minta biografinya. Dengan teknologi, kita bisa mengetahuinya. Setelah kita tahu kita akan dapat menentukan pilihan, minimal tahu visi dan misi parpol," ujarnya.

Selain itu Fauzy juga menerangkan terkait persoalan politik uang. Ia menerangkan ada banyak calon yang punya kekuatan modal, calon tersebut bisa membeli suara rakyat, ini menjadi persoalan serius dan agak sulit mengatasinya. Hanya saja ada cara untuk meminimalisir hal tersebut, yakni semua masyarakat harus memilih dengan cerdas, menolak pemberian dalam bentuk apapun, apabila ada laporkan agar ada efek jera.

"Nah kalian (Warga Net) harus dapat menjadi barisan paling depan untuk melawan politik uang ini," kata dia.

Fauzy juga menerangkan, sosialisasi ini tertuju kepada warga net dan blogger yang memiliki akun media sosial, dengan harapan mereka akan mensosialisasikan dengan ide yang lebih kreatif. "Ini adalah sosialisasi kepada masyarakat yang kreatif demi pemilu yang luber, jurdil dan Harapan kita dengan seperti ini tingkat partisipasi meningkat, maka akan terpilih orang-orang yang pro dengan rakyat," tandasnya.

Sementara Komisioner KPU Bandar Lampung Fadila Sari menambahkan, dengan adanya sosialisasi ini relawan diminta untuk lebih aktif di medsos, dengan memberikan informasi terkait pemilu, karena menurutnya pengguna medsos saat ini sangat tinggi.

"Makanya berikan info lewat dunia maya terkait informasi kepemiluan, semoga bisa mengkonter isu-isu kurang baik, apalagi soal ajakan golput, hoaks dan sara yang makin santer di medsos," kata dia. (Sule)

  • Editor : Mita Wijayanti