Beranda Teknologi Sains

Peneliti Temukan Spesies Katak Baru di Pegunungan Lampung

70
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Katak spesies baru di Lampung. Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Keberagaman hayati Indonesia tak dapat dimungkiri. Baru-baru ini ditemukan katak jenis baru asli Indonesia. Katak tersebut diberi nama Latin Microhyla gadjahmadai. Nama tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada Mahapatih Gadjah Mada.

Persebaran katak jenis baru ini ditemukan di daerah pegunungan Lampung pada ketinggian sekitar 700-1.600 mdpl. Selain itu ada juga di daerah Bengkulu dan Sumatera Selatan. Habitat tempat hidupnya adalah area yang memiliki sumber air, seperti area dekat aliran sungai, kolam, sawah, dan perkebunan warga.

“Nama jenis gadjahmadai didedikasikan untuk Mahapatih Gadjah Mada, yang telah menyatukan Nusantara di era Kerajaan Majapahit. Penemuan jenis baru Microhyla gadjahmadai ini menambah kekayaan jenis amfibi Indonesia,” demikian keterangan dari Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI, Selasa (26/2/2019).

Katak ini dideskripsikan mahasiswa program master Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Vestidhia Y Atmaja, dengan bimbingan peneliti katak Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidy. Tercatat saat ini ada 407 jenis katak asli Indonesia. Katak jenis baru ini dipublikasikan dalam jurnal Treubia volume 45, Desember 2018.

“Secara morfologi, Microhyla gadjahmadai dapat dibedakan dari Microhyla achatina berdasarkan pola garis hitam yang samar dan pendek pada bagian temporal serta letak lubang hidung yang cenderung di tengah antara mata dan ujung moncong,” terang LIPI.

Peneliti Amir Hamidy mengatakan katak ini ditemukan di daerah Lampung. Dia sudah mendeteksi katak ini sejak 2011-2012. Namun kesempatan lebih detail dilakukan saat mengamati bersama mahasiswanya.

“Populasinya kita belum tahu. Cuma memang dia di habitat yang masih bagus, dari hutan primer, sekunder, sampai ke wilayah persawahan pinggiran hutan,” ujar Amir saat dihubungi.

Dia mengatakan katak ini memang masuk grup katak yang berukuran kecil. Namun masih ada katak yang ukurannya lebih kecil dari Microhyla gadjahmadai ini. “Dimensinya 2,9 cm, itu yang katak betina dewasa. Itu grup katak yang kecil memang. Jadi ukuran dewasanya juga segitu. Tapi ada yang lebih kecil lagi. Itu termasuk ukurannya sedang,” ucap Amir.

Katak ini punya ciri-ciri lubang hidung yang terletak cenderung di tengah antara mata dan ujung moncong. Berukuran kecil, dengan ukuran panjang tubuh dewasa kurang dari 3 cm. Mempunyai ciri pola garis hitam yang samar dan pendek pada bagian temporal. (Dtk)

Facebook Comments