Dugaan Pencemaran Nama Baik, Komentar Eva Dwiana Dalam Video Masih Dikaji

174
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-03/kampanye-pilgub-herman-sutono-janjikan-pendidikan-dan-kesehatan-gratis-01.jpg
Hj Eva Dwiana. Foto : Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Bidang Hukum dan HAM DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung masih mengkaji atau memeriksa terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Eva Dwiana terhadap Ketua DPD II Partai Golkar Bandar Lampung, Yuhadi.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD II Partai Golkar Bandar Lampung, Ginda Ansori Wayka, mengaku, sampai saat ini pihaknya masih berdiskusi soal perbuatan hukum yang dilakukan Eva Dwiana dalam video yang sempat viral beberapa waktu lalu di salah satu acara resepsi pernikahan.

“Kita masih diskusikan bersama tim terkait perbuatan melawan hukumnya,” kata Ginda, Rabu (13/2).

Jika memang ditemukan indikasi perbuatan melawan hukumnya, kata Ginda, pihaknya akan membuat laporan ke Polda Lampung. “Nanti kalau sudah ada kesimpulan, segera kita kabari,” ujarnya.

Berita Terkait : Dugaan Pencemaran Nama Baik, Eva Dwiana Terancam Dipolisikan

Sebelumnya, Ginda bakal melaporkan istri Wali Kota Bandar Lampung tersebut ke Mapolda Lampung atas dugaan pencemaran nama baik. Di mana dalam video yang sempat viral, kehadiran Yuhadi untuk memberikan tausiah sekaligus memimpin doa di acara tersebut. Namun, Eva Dwiana diduga melecehkan dan memfitnah serta mencemarkan nama baik terhadap Yuhadi.

Masih kata Ansori, pihaknya masih melakukan kajian-kajian secara hukum terkait konten atau isi video yang tengah viral tersebut, sekaligus mengkaji dari tata bahasa terkait kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Eva Dwiana di dalam video tersebut.

“Tim hukum telah mencatat ada beberapa konten yang perlu kita kaji secara detail dan mendalam, diantaranya terkait dugaan pelecehan kapasitas dalam hal bertausiah dan membaca doa serta tudingan biasanya bisa bagi-bagi duit waktu kampanye. Hal ini nampaknya dikaitkan dugaan money politik Pilgub Lampung yang sengketanya telah diputus oleh Bawaslu,” jelas Ginda.

“Konten berikutnya, yakni Yuhadi yang dicariin sama DPR, kebetulan bunda anggota DPRD, rupanya dia kabur naik haji. Supaya hilang tanggungjawabnya. Lalu, konten lain adalah udah itu satu lagi saksi hilang, kalau saksi kemarin kita dapet Herman HN telak menang serta konten lainnya yakni bapak yang baju kuning ini, nanti kalo Pileg jangan dipilih. Karena pasti bagi-bagi duit, kerjanya mah gak ada,” lanjutnya

Hingga berita ini diturunkan, ini belum ada keterangan atau tanggapan resmi dari Eva Dwiana. (Oscar/Farhan)

Tanggapan Anda: