Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

DBD Kembali Menyerang, Dua Warga Penumangan Tubaba Dirawat

140
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pasien DBD saat mendapatkan perawatan medis di Klinik ACC Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tubaba, Minggu (3/3/2019) malam. Foto : Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Kemungkinan pasca banjir yang terjadi di Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) belum lama ini yang kini sudah surut, namun sejumlah penyakit mulai muncul, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Diketahui ada 2 orang warga yang dirawat di klinik sekitar diduga terserang nyamuk Aedes Aegypti.

Informasi yang dihimpun bahwa, dua orang terserang DBD itu adalah Rohela (35) Binti Ratena istri dari Sopian dan Muriyana (37) binti Basri istri dari Budiman mendadak dilarikan ke klinik Aryadi Care Center (ACC) Tiyuh Penumangan untuk mendapatkan perawatan medis dan didiagnosa gejala DBD, Minggu (3/3/2019) sekitar pukul 22.00 malam.

Sopian (36), suami pasien saat ditemui di Klinik ACC, Ia baru saja menerima hasil uji laboratorium dari sampel darah istrinya tersebut, dengan hasilnya pihak Klinik menyatakan positif terserang nyamuk Aedes Aegypti.”Ya, baru saja hasil uji laboratoriumnya keluar dari pihak RSUD Menggala, ternyata positif DBD karena terlihat trombositnya menurun,”ucap dia.

Sementara, Apriyadi S.kep., CWCCA perawat klinik ACC juga membenarkan jika kedua pasien yang merupakan warga Tiyuh Penumangan itu di diagnosis terjangkit DBD yang terlihat dari hasil laboratorium sampel darah.

“Untuk pasien Rohela takaran trombositnya 81000 dan untuk Muriyana trombositnya 124000. Khusus untuk Muriyana itu DBD juga namun masih ringan tapi gejala DBD ini berjalannya 1 minggu, sementara untuk normalnya itu 150000-400000,” jelas Apriyadi.

Saran Apriyadi agar keduanya dirawat di Rumah Sakit mengingat penyakit yang mereka derita cukup berbahaya, namun keluarga pasien memutuskan untuk dirawat jalan.”Seharusnya ini di rawat di Rumah Sakit namun mereka tetap meminta di sini (klinik) dan kami akan berupaya semaksimal mungkin membantu, sementara untuk pasien Rohila itu minta untuk dirawat dirumah saja,” ujar dia.

Tidak hanya berupaya mengobati, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran penyakit DBD dimulai dari lingkungan tempat masyarakat tinggal.

“Tindakan pencegahan itu lebih baik daripada mengobati. Dalam memberantas nyamuk khususnya DBD ini tidak bisa hanya dengan fogging saja, karena yang mati hanya nyamuk dewasa, sedangkan jentik-jentik nyamuknya masih terus hidup. Untuk itu, masyarakat harus melakukan 3M plus untuk dapat mencegah penyebaran penyakit DBD,” saran dia. (Irawan/Bas/Lucky)

Facebook Comments