Beranda Daerah Lampung Pesawaran

Warga Lempasing Keluhkan Bau Limbah Ikan Milik PT PSIL

104
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pengelolaan limbah ikan milik PT PSIL di Desa Lempasing, kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, menuai keluhan dari warga sekitar karena menebarkan bau busuk, Jumat (1/3/2019). Foto: Wanda/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesawaran – Keberadaan PT Pangan Sumber Inti Laut (PT PSIL) yang bergerak di bidang pengelolaan Kepiting Rajungan dan Udang di Desa Lempasing, kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, menuai keluhan dari warga yang tinggal di sekitar perusahaan.

Pasalnya, warga setempat merasa terganggu dengan merebaknya bau busuk yang bersumber dari Intalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) milik perusahaan.

“Saya sangat terganggu dengan adanya bau busuk yang setiap hari tercium dari pengolahan limbah milik PT PSIL ini. Sudah beberapa kali lapor ke pemilik perusahaan tapi tidak digubris,” kata warga setempat yang enggan ditulis namanya, Jumat (1/3/2019).

Ia berharap, dinas terkait bisa menyikapi adanya keluhan limbah ikan ini. Mengingat, pencemaran bau limbah ikan sudah cukup lama berlangsung.

“Sampai saat ini bau busuk itu terus tercium dari tempat tinggal saya yang tidak jauh dari lokasi perusahaan. Saya juga pernah melaporkan hal ini kepada pihak desa, tapi pihak desa menyarankan untuk mendemo perusahaan itu,” ucapnya.

Ia pun meminta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pesawaran terjun ke lokasi dan menyarankan untuk membenahi IPAL PT PSIL. Pasalnya, selama ini pengelolaan limbah diduga kurang maksimal, sehingga bau busuk masih terus tercium oleh warga yang tinggal di sekitaran PT PSIL.

“Ada dugaan pembuangan limbah perusahaan ini juga telah mencemari sumur warga, sehingga DLH mengintruksikan kepada pihak perusahaan untuk melakukan pembenahan IPAL mereka. Tapi apa hasilnya,malah bau busuk ini masih saja mengganggu,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak PT PSIL melalui Human Resource Departement (HRD) Rudi membantah keluhan masyarakat terkait adanya bau busuk yang bersumber dari pengolahan limbah perusahaannya.

“Setahu saya sampai saat ini tidak ada keluahan dari masyarakat ke pihak perusahaan begitu juga dengan pihak desa. Karena saat ini kita sedang mengikuti intruksi dari pihak DLH pesawaran terkait pengelolaan IPAL di perusahan ini,” kilahnya.

Berdasarkan pantauan Kupas Tuntas di lokasi, pengolahan IPAL PT PSIL terkesan kurang maksimal lantaran tidak dilakukan penutupan dengan mengunakan cor semen. Sehingga tercium bau busuk yang menyengat di area tersebut. (Wanda)

Facebook Comments