Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Aksi Blokir Jalan Tol, Camat Lambu Kibang : Akses Jalan Pertanian STA 65 Disetujui Bupati

316
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Situasi massa yang memblokir jalan tol saat ditenangkan oleh aparat TNI dan Polri. Foto : Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat –┬áPada kunjungan Presiden Joko Widodo ke Lampung dalam rangka peresmian operasional Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, di lain tempat rupanya masyarakat di Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokir pembangunan Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang STA 64 Kabupaten Tubaba. Jum’at (8/3/2019) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Camat Lambu Kibang, Rasman Mulyadi mengatakan bahwa, terdapat dua usulan akses jalan menuju lahan pertanian warga di Tiyuh Kibang Trijaya yang tertutup oleh pembangunan Jalan Tol tersebut yaitu pada STA 65 dan STA 64.

“Yang diusulkan dua itu 64 dan 65, sekarang kan yang muncul (realisasi) di 65 sementara di 64 warga minta disetujui juga, sementara dari pusat hanya ada satu makanya mau saya rapatkan dulu lintas sektor termasuk dari pihak Waskita Karya,” ungkap Rasman melalui ponselnya, Sabtu (9/3/2019) malam.

Ditegaskan Rasman, untuk akses jalan warga yang telah diakomodir oleh PT Waskita Karya di STA 65 tersebut telah melalui persetujuan Bupati Tubaba. “Di STA 65 itu warga langsung yang ngurus melalui kecamatan disetujui oleh Bupati, nggak melalui aparatur Tiyuh, tapi kita kumpulkan dulu kita cari solusi dulu. Nanti┬ámau di musyawarahkan dulu, kalau nggak bisa nambah kita lihat peta transmigrasi,”cetusnya.

Berita Terkait : Warga Dua Desa di Tubaba Blokir Jalan Tol

Sebelumnya, unjuk rasa pemblokiran jalan tol pada Jum’at tersebut dilakukan oleh puluhan warga dari dua tiyuh yakni, Tiyuh Kibang Budijaya dan Kibang Trijaya Kecamatan Lambu Kibang lantaran ada akses jalan menuju lahan pertanian warga yang terputus akibat pembangunan jalan tol sehingga warga kesulitan untuk mengeluarkan hasil bumi

Sekitar 50-an massa ini menyerukan tiga tuntutan kepada pihak PT Waskita Karya yaitu, akses jalan menuju peladangan di STA 64 segera dibangun karena merupakan akses masyarakat.

“Apabila di STA 64 tidak dibuat akses jalan maka akan menyusahkan masyarakat dalam menyadap karet karena harus memutar jauh,” seru Tohari Koordinator Aksi yang diamini peserta unjuk rasa.

“Kami tidak tahu yang disetujui oleh pihak Waskita Karya untuk akses jalan menuju peladangan adalah di STA 65 karena kami mengajukan 2 titik akses jalan terutama di STA 64,” ujar massa.

Menanggapi persoalan tersebut, Aan, Pengawas Lapangan dari PT Waskita Karya menyatakan bahwa, dalam pengajuan pembuatan akses jalan ke peladangan masyarakat telah diajukan ke pusat.

“Hasil pengajuan permohonan tersebut disetujui di STA 65 bukan di STA 64,” kata dia.

“Kami akan menyampaikan kepada pimpinan untuk segera ditindaklanjuti permohonan masyarakat tersebut. Pihak Waskita akan memberikan undangan kepada warga yang memiliki lahan dari akses jalan tersebut agar dimediasi oleh pamong desa Kibang Budijaya,” ujar Aan. (Irawan/Bas/Lucky)

Facebook Comments