Beranda Bandar Lampung

Densus 88 Amankan Terduga Teroris dan Benda Diduga Bom dari Bandar Lampung

506
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Petugas Densus 88 membawa barang diduga bom. Foto: Kardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror Mabes Polri melakukan kegiatan penanganan terhadap tindakan yang diduga berkaitan dengan terorisme di Kelurahan Penengahan, Gang Suhada, Kota Bandar Lampung, Sabtu (9/3/2019). Seorang terduga teroris diamankan beserta barang bukti yang diduga kuat merupakan bom. Diketahui, terduga teroris tersebut berinisial RNT berusia 22 tahun.

Supri, seorang warga setempat menuturkan RNT sempat menghilang selama 6 bulan.

“Dulu dia itu jual batu akik di Ramayana, Pernah juga jualan dompet,” jelas Supri, Minggu (10/3/2019) dini hari.

“Memang orangnya pendiam, jarang berbaur dengan teman seumurannya,” timpalnya.

Sementara, Edi warga setempat menyatakan RNT ini dikenal sosok yang rajin beribadah. Hanya saja, dalam satu minggu belakangan, RNT terlihat murung dan acap kali menundukkan wajah bila berjalan di sekitar areal perkampungan tersebut.

“Sekembalinya dia, memang anaknya bertingkah aneh. Pernah ada orgenan di sini, dilemparin. Pokoknya kalau ada yang tidak sepaham dengan dia, pasti dia recokin,” ungkapnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Edi pun menerangkan, warga serta keluarga mengetahui RNT selama 6 bulan belakangan berada di Banten.

“Dia ke Banten. Sebelum ke Banten, memang anak ini jarang terlihat belajar ngaji di daerah sini. Kalau ke Mesjid itu, jarang menegur, kalau sudah selesai langsung pulang,” ucap Edi.

“Kalau ke Mesjid, dia ini selalu duluan,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kegiatan penanganan RNT dilakukan lantaran orangtua RNT melaporkan adanya kejanggalan yang kerap muncul dari RNT. Acap kali, RNT dan keluarga berdebat mengenai agama.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi sempat mengalami kesulitan menangani benda diduga bom. Dikarenakan di sekitar lokasi kejadian, terdapat saluran gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Sehingga diperlukan bantuan petugas khusus untuk menonaktifkan saluran gas PT PGN untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Petugas sendiri melakukan kegiatan terhitung dari pukul 17.00 WIB sampai dengan 03.36 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satupun keterangan resmi yang diberikan Polda Lampung. (Kardo)

Facebook Comments