Longsor di Sukau Lambar, Bahu Jalan Terancam Putus

59
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kondisi bahu jalan yang longsor dan akibat gerusan air sungai di Sukau Lambar. Foto : Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Ruas jalan lingkungan di Pemangku Hamkertau, Pekon (Desa) Tebapering, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat (Lambar) amblas akibat bencana longsor yang disebabkan oleh meningkatnya volume air Sungai Bangkenol.

Kejadian yang terjadi belum lama itu kini mengancam bahu jalan dan satu rumah warga yang tidak jauh dari lokasi yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi.

Peratin Pekon Tebapering, Sater membenarkan adanya musibah longsor tersebut, ia mengaku saat ini kondisi tersebut sangat mendesak untuk diperbaiki, mengingat selain mengancam putusnya bahu jalan, di seberang jalan terdapat pemukiman warga.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, bahkan saat Musrenbang sudah kami ajukan upaya perbaikan. Kami berharap masyarakat bersabar meski harus ada upaya penanggulangan sementara tapi semua butuh proses,” kata Sater.

Sater menjelaskan bahwa usulan penanganan itu juga akan disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Pihaknya berharap meskipun nantinya belum ada upaya penanggulangan secara permanen, namun diharapkan ada upaya kedaruratan agar longsor itu tidak semakin parah.

Terpisah, Camat Sukau Hadi Susanto ketika dikonfirmasi mengaku bahwa pihaknya telah menerima laporan dari pemerintah pekon terkait bencana tersebut. Bahkan untuk menindaklanjutinya, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD untuk segera melakukan peninjauan.

“Selain mengancam jalan lingkar kabupaten, longsor itu bisa mengakibatkan putusnya akses jalan yang biasa digunakan masyarakat setempat untuk beraktivitas sehari-hari, sehinga ini harus segera mendapat perhatian,” tegas Hadi.

Sedangkan Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi Erwin Saputra, mendampingi Kepala BPBD Lambar Gison Sihite mengatakan, pihaknya akan segera melakukan peninjauan di lapangan, sekaligus memastikan upaya penanggulangan sementara. Terlebih bencana itu telah mengancam akses jalan.

“Nanti kami cek dulu untuk menentukan langkah penanganan, apakah perlu upaya kedaruratan atau seperti apa,” singkatnya. (Iwan)

Tanggapan Anda: