Beranda Nasional

Nekat Ledakkan Diri, Polisi Sebut Istri Terduga Teroris Lebih Parah Terpapar Paham Radikal

115
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kapolri Tito Karnavian. Foto: Antara

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan mengapa istri terduga Abu Hamzah nekat meledakkan bom bunuh diri meski sudah selama 10 jam dilakukan negosiasi usai ledakan Sibolga. Ia menyebut istri Abu Hamzah lebih radikal saat terpapar paham ISIS.

Hal tersebut, lanjut Dedi, merupakan pengakuan dari Abu Hamzah sendiri.

“Abu Hamzah menyampaikan kepada penyidik Densus, istrinya lebih keras pemahamannya dibanding dia sendiri. Lebih militan istrinya,” ungkap Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/3).

Dedi mengatakan tim Densus 88 telah membujuk istri Abu Hamzah agar menyerahkan diri. Tim telah meyakinkannya untuk mengasihani anak yang berada di dalam rumah tersebut.

Abu Hamzah sendiri sebagai anggota keluarga turut membujuk istrinya untuk menyerahkan diri. Namun, ia tetap yakin istrinya tidak akan menyerah.

“Termasuk si AH [Abu Hamzah] itu sempat menyampaikan imbauan kepada istrinya. Tapi AH menyampaikan kepada petugas istrinya lebih kuat terpapar paham ISIS dibanding AH sendiri,” ujarnya.

Proses negosiasi dilakukan dengan menggunakan pengeras suara masjid. Saat itu, tim masih belum berani mendekat ke TKP.

Setelah terdengar ledakan kedua pada Rabu dini hari, terjadi kebakaran di sekitar rumah Abu Hamzah. Tim langsung menangani kebakaran dan setelah itu melakukan proses evakuasi.

“[Setelah terjadi ledakan] terjadi kebakaran di rumah. Aparat memanggil damkar untuk memadamkan api supaya tidak meluas karena lokasinya padat penduduk. Kalau tidak segera dipadamkan akan terjadi kebakaran yang cukup luas. Api berhasil dipadamkan sekitar jam 4 pagi, baru aparat berhasil mengevakuasi tubuh korban. Siang ini baru bisa diidentifikasi,” jelasnya.

Identifikasi Jasad

Hasil identivikasi tim DVI yang berada di TKP menyimpulkan jasad yang ada di TKP adalah seorang perempuan dewasa dan anak kecil.

“Yang bisa dipastikan, dari jasad saat ini masih proses identifikasi yang ditemukan di TKP ada dua Jasad perempuan usianya 30-an dan anak 2 tahunan,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan jasad yang ditemukan berupa potongan tubuh di sekitar rumah Abu Hamzah. Hal ini, lanjutnya, menunjukan jasad istri dan anak Abu Hamzah hancur.

Menurut pengakuan Abu Hamzah, kata Dedi, terdapat tiga orang anak yang dimilikinya. Namun sampai saat ini baru ditemukan dua jasad tersebut.

“Dari Hamzah menginformasikan anaknya 3, tapi yang diketahui oleh tetangga dekat ada dua. Dan yang diketemukan di TKP saat ini potongan tubuhnya saat ini ada dua yang berhasil diidentifikasi, seorang perempuan dewasa berusia 30-an. Kemudian ada potongan tubuh juga seorang anak-abnak berusia sekitar 2 tahunan ke atas,” jelas Dedi.

Sementara itu, seorang petugas kepolisian yang terdampak dinyatakan sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Sibolga dengan luka di bagian mata dan tangan.

Seorang warga yang terkena dampak juga memiliki luka di wajah dan bagian tangan.

Proses identifikasi masih terus berlanjut. Dedi juga menjelaskan sampai saat ini tim masih khawatir ada sisa bom di balik reruntuhan rumah. Dedi juga mengatakan sampai saat ini belum bisa memasuki TKP secara penuh bahkan garis polisi belum bisa dipasang.

Ledakan terjadi dua kali pada Selasa (12/3) dan Rabu (13/3) dini hari. Istri Abu Hamzah meledakkan diri sekitar pukul 01.30 WIB di rumahnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sumatera Utara.

Selain istri dan anaknya yang sudah dipastikan meninggal, Densus 88 juga telah menangkap Abu Hamzah.

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian juga mengatakan istri dari pelaku terduga teroris tersebut dinilai radikal dan keras. “Istrinya cukup radikal dan keras,” ucap Tito kepada wartawan di Medan, Selasa malam. (cnn)

Facebook Comments