Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Serangan Virus Penyebab Flu Burung pada Unggas Semakin Ganas, Warga Tubaba Diminta Waspada

83
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menyatakan virus H5NI (Avian Influenza/AI) penyebab flu burung yang menyerang unggas di daerah setempat saat ini telah bermutasi dengan cepat. Hal ini mengakibatkan serangan dalam waktu singkat sehingga dengan cepat menyebabkan kematian pada unggas, khususnya ayam. Cuaca ekstrim saat ini diduga menjadi pemicunya.

“Virus H5N1 saat ini bermutasi dari clade 2.1.3 ke clade 2.3.2. Serangannya lebih ganas dari sebelumnya. Ini akibat cuaca ekstrim dan virus memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap cuaca tersebut,”ungkap Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Disnak Tubaba, Desie Indriyani, SP,MM, melalui Kasi Keswan drh. Irwan Sutrisno via ponselnya beberapa waktu lalu.

Namun menurutnya, meskipun serangan flu burung terjadi di setiap wilayah, namun tidak semuanya terserang H5N1 jenis clade 2.3.2. ”Kepastian mengenai ini (mutasi virus) kami terima dari Balai Veteriner Lampung setelah dilakukan uji laboratorium terhadap sampel ayam yang diduga kuat mati akibat terjangkit flu burung. Jadi tidak heran jika unggas yang terserang flu burung semakin cepat matinya,” terangnya.

Menurutnya, flu burung rentan menyerang ayam kampung yang dipelihara masyarakat umum, sebab berkaitan dengan pola peternakan yang dilakukan. ”Kalau ayam potong jarang terserang flu burung, karena pola pemeliharaannya sudah baik. Vitamin ataupun vaksin juga rutin mereka berikan. Sedangkan  ayam kampung yang biasa dipelihara bebas oleh masyarakat masih jarang seperti itu,” cetusnya.

Irwan menyebutkan, sejak akhir tahun 2018 lalu hingga saat ini, Disnak Tubaba sudah mencatat 2000-an ayam kampung mati akibat flu burung. Tingginya angka kematian terjadi pada awal 2019 ini, seiring cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini.

“Angka itu baru berdasarkan laporan yang kami terima saja. Saya rasa bisa lebih dari itu, tapi banyak masyarakat yang tidak laporan,” bebernya.

Dia menghimbau, masyarakat segera lapor ketika di wilayahnya ada unggas mati tiba-tiba.

”Yang jelas pengawasan intensif terus kami lakukan. Kami juga berharap peran aktif masyarakat dalam upaya mengantisipasi semakin meluasnya serangan flu burung,” tutupnya. (Irawan/Bas/Lucky)

Facebook Comments