Beranda Bandar Lampung

Perseru Serui Ganti Nama Jadi Badak Lampung FC

431
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Logo baru Perseru Serui yang berganti nama menjadi Badak Lampung FC. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Perseru akhirnya harus meninggalkan Serui, dan direlokasi ke Lampung. Perseru Serui dipastikan bakal pindah homebase pada kompetisi Liga 1 2019 ini. Bukan hanya pindah homebase, mereka pun mengalami perubahan nama sesuai dengan domisili baru mereka.

Pada Rabu (13/3) pagi, diumumkan bahwa Perseru berubah menjadi Badak Lampung FC, yang sudah pasti bakal bermarkas di Lampung. Satya Djojosugito pun diperkenalkan sebagai CEO klub.

“Untuk saat ini Perseru memang sedang dalam proses relokasi ke Bandar Lampung. Ada perubahan nama juga menjadi Perseru Badak Lampung,” kata Satya, dikutip laman Instagram resmi klub.

Satya sendiri pernah membeberkan, bahwa dipilihnya Lampung sebagai lokasi baru, salah satunya adalah karena banyak putera daerah di sana yang sudah sukses di pentas sepakbola nasional. Sementara untuk pemilihan logo serta nama badak, diambil karena hewan tersebut dianggap kuat, cepat, dan komunikatif. Apalagi badak adalah hewan langka yang sudah hampir punah.

“Ada beberapa alasan kenapa kami memilih badak dan Lampung, yakni karena sejarahnya sendiri,” ucap Satya.

Selanjutnya, Badak Lampung FC akan ikut berkompetisi di ajang Liga 1 2019 untuk mengisi slot Perseru Serui. Hadirnya wakil dari Lampung untuk ikut serta di level tertinggi sepak bola Indonesia membuat Satya Djojosugito berharap sepak bola Lampung dapat kembali berjaya.

“Badak Lampung FC resmi berlaga di Liga 1 2019, semoga menjadi titik awal kembalinya kejayaan klub asal Lampung di kasta tertinggi Indonesia,” tulis akun Instagram resmi klub.

Namun para pelatih dan pemain hanya bisa pasrah akan kelanjutkan kiprah bersama klub yang dulunya berjuluk Cenderawasih Jingga itu.

Sang pelatih, I Putu Gede mengaku tugasnya bersama Perseru Serui hanya sampai di Piala Presiden 2019. Buat I Putu Gede, Perseru mendapatkan tempat tersendiri di hatinya. Maklum, klub yang bermakras di Stadion Marora itu merupakan tim pertama yang diarsitekinya untuk level tertinggi Indonesia.

“Saya harap Perseru selalu ada. Sebab, klub ini memiliki sejarah buat karier saya karena pertama melatih bersama ini dan terakhir bersama ini,” ujar pelatih berusia 45 tahun itu. (Bl)

Facebook Comments