Pengusutan Dugaan PT Sun Tubaba, WALHI Kecam Polres Tulangbawang

164
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
http://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-09-23-at-17.55.03.jpeg
Tumpukan yang diduga limbah B3 PT SUN Tubaba yang tersembunyi. Sabtu (22/9/2018). Foto : Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengecam keras terkait bungkamnya aparat kepolisian Polres Tulangbawang, Polda Lampung dalam perkara dugaan pencemaran lingkungan di sekitar PT Surya Utama Nabati (SUN) di Tiyuh Indraloka Jaya, Kecamatan Waykenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Kecaman yang disampaikan Penggiat Lingkungan Hidup ini lantaran polres terkesan lamban, kasus tersebut dilaporkan masyarakat ke Polres Tulangbawang pada tanggal 25 Mei tahun 2018 lalu. Padahal, perkara yang ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Tulangbawang ini sudah sampai pemeriksaan saksi yang dilakukan penyidik setelah kepolisian mengantongi hasil Uji Laboratorium air yang diduga tercemar oleh limbah pengolahan buah kelapa sawit PT SUN Tubaba.

Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Lampung Irfan Tri Musri menegaskan, dalam perkara tersebut seyogyanya Polisi tidak main-main dan melakukan proses yang tidak lamban karena menyangkut kelangsungan hidup manusia, tumbuhan, dan hewan disekitar Pencemaran.

“Sudah jelas pihak kepolisian dalam hal ini Polres Tuba dan Polda Lampung harus  melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus dugaan pencemaran tersebut harus dilakukan dengan segera dan melakukan transparansi proses penegakan hukum kepada masyarakat terutama pelapor agar masyarakat juga tidak digantungkan harapannya,” tegas Irfan, melalui pesan WhatsApp, Minggu (17/3/2019).

Dijelaskan Irfan, berbagai unsur pelanggaran undang-undang dapat menjerat keberadaan perusahaan yang lalai dalam menangani sistem perlimbahan sesuai dengan prosedur.

“Dan jika memang terbukti bersalah maka pihak kepolisian harus melakukan penegakan hukum yang serius dan mengenakan sanksi maksimal baik sanksi pidana, perdata dan sanksi pemulihan lingkungan dan kerugian lingkungan,” kecam dia.

Ia pun mendesak agar Polres Tulangbawang transparan terkait pengusutan kasus tersebut.

“Kalau polisi tidak bisa menjelaskan posisi kasus ini kepada masyarakat terutama pelapor maka akan menimbulkan sebuah stigma negatif dari masyarakat terkait kinerja kepolisian,” tegasnya. (Irawan/Bas/Lucky)

Tanggapan Anda: