Beranda Bandar Lampung

Memasuki Usia ke-55 Tahun, Lampung Semakin Strategis

84
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Memasuki usia ke-55 tahun, posisi Provinsi Lampung semakin strategis. Lampung akan menjadi penyangga perekonomian nasional, pasca diresmikannya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, dan peningkatan status Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional.

Keberadaan JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar dan Bandara Internasional Radin Inten II, berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. Serta menjadi magnet bagi investor untuk menanamkan investasinya.

Terlebih, maskapai penerbangan Lion Group dan Garuda Indonesia Group sudah berkomitmen untuk membuka rute penerbangan internasional Lampung-Jeddah dan Lampung-Singapura. Sektor pariwisata pun diharapkan akan berkembang semakin pesat, dengan makin terbukanya turis asing memiliki akses langsung berkunjung ke Provinsi Lampung.

Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri mengakui, memasuki usia ke-55 tahun, Provinsi Lampung kini semakin mapan, maju, dan sejahtera. Ia berharap, kemajuan yang sudah diraih bisa mendorong bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Memang masih perlu ada pembenahan ke depan untuk Provinsi Lampung, karena pembangunan itu selalu bertahap dan berangsur. Namun, saya lihat pembangunan di Provinsi Lampung sudah berada dalam track yang benar untuk menuju daerah yang lebih maju,” kata Bachtiar Basri, Jumat (15/3/2019).

Pernyataan sama disampaikan Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal, bahwa memasuki usia ke-55 tahun Provinsi Lampung saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat baik dari segi infrastruktur seperti jalan, jembatan, bandara dan waduk.

“Terlebih dengan keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo, diharapkan bisa semakin memperlancar mobilisasi barang dan orang. Yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah,” kata Politisi PDI Perjuangan ini.

Dedi menjelaskan, Provinsi Lampung pun mengalami peningkatan pada sektor pembangunan lainnya, seperti ketahanan pangan, pertumbuhan prosentasi perekonomian dan menurunya tingkat kemiskinan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Lampung untuk terus bergotong royong memajukan pembangunan di Provinsi Lampung, sehingga bisa sejajar dengan provinsi-provinsi yang sudah maju lebih dulu.

“Peningkatan produktivitas sumber daya manusia (SDM) juga sangat diperlukan dalam memajukan daerah, dengan selalu menciptakan kreativitas. Sehingga bisa bersaing dan sejajar dengan yang lainnya yang lebih dulu maju,” ujarnya.

Sementara itu, Danrem 043 Garuda Hitam Kolonel Infanteri Taufiq Hanafi berharap, soliditas yang dibangun antara jajaran Forkompinda, serta peran masyarakat bisa terus dijaga dan ditingkatkan, baik di sektor keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Sehingga, Provinsi Lampung ke depannya lebih baik lagi.

“Kita semua tentunya berharap agar kerjasama antar instansi yang sudah terjalin baik, akan semakin baik serta situasi kondusif selama ini yang sudah terwujud akan tetap terjaga. Ini semua tentunya atas peran seluruh masyarakat Lampung dan peran pemerintah daerah serta seluruh instansi terkait di Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Unggulkan Sektor Pertanian

Dimintai tanggapannya, Pengamat Ekonomi Universitas Lampung Asrian Hendi Cahya mengatakan, sebagai provinsi yang mengunggulkan sektor pertanian, Provinsi Lampung diusianya yang memasuki 55 tahun harus bisa lebih menyejahterakan masyarakatnya dari hasil-hasil produksi pertanian.

Menurutnya, perkembangan proses hilirisasi pengolahan hasil pertanian dipercaya dapat mempercepat laju perekonomian Provinsi Lampung. Apalagi, kata dia, sejauh ini akses transportasi baik sisi darat, laut, maupun udara sudah semakin baik untuk menunjang perekonomian.

“Untuk pemerataan kesejahteraan rakyat, maka sektor pertanian ini harus bisa berkembang dalam artian produktivitas meningkat, dengan teknologi dan infrastruktur yang ada. Tinggal bagaimana masyarakat mengadopsinya,” saran Asrian.

Selama ini, lanjut Asrian, sektor di pertanian Provinsi Lampung masih mengandalkan hasil produksi primer. Dan barang yang diekspor pun merupakan hasil produksi primer, seperti biji kopi, kakao dan sawit. Padahal, kedepan peluang untuk pengolahan produk sangat terbuka lebar.

“Seperti pengolahan singkong yang bisa dibuat menjadi tepung dan punya peluang pasarnya. Jadi nilai tambahnya terhadap perekonomian daerah besar. Belum lagi turunan yang lain dari singkong yang bisa dimanfaatkan,” paparnya.

Dia pun mendorong pelaku industri bisa lebih berkembang dalam mengolah bahan baku yang ada di Lampung, sehingga memiliki nilai jual tinggi. Seperti yang selama ini hanya diolah menjadi pakan ternak, meski sebenarnya masih bisa diolah menjadi produk yang lain.

“Apalagi sekarang era ekonomi kreatif. Produk itu harus muncul dalam bentuk kuliner yang baru, menyaingi yang sudah ada. Seperti bolu basisnya singkong dan bahan lainnya. Kita pengolahannya masih terpaku pada terminologi yang lama,” imbuhnya.

Ia menambahkan, selain peningkatan produksi pengolahan pertanian, hal yang tak kalah penting dalam peningkatan perekonomian adalah perlunya perbaikan harga di sektor pertanian. Ia berharap, Provinsi Lampung kedepan bisa membuka pasar-pasar baru pada negara-negara yang selama ini belum menjadi tujuan utama ekspor.

Gencar Promosi Wisata

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo juga semakin intens mempromosikan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Sang Bumi Ruwa Jurai ke sejumlah negara. Menjelang HUT Provinsi Lampung ke-55, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menghadiri Festival Budaya Indonesia di agenda pameran wisata “Place Go Internasional Tourism Fair” di Ibukota Kroasia, Zagreb, Jumat (15/3/2019) waktu setempat.

Pameran tersebut merupakan agenda tahunan cukup besar di wilayah Eropa Timur yang saat ini sedang berkembang dengan pesat. Kesempatan kali ini Ridho didampingi Plt Sekdaprov Hamartoni Ahadis dan beberapa pejabat eselon II serta jajaran staf dan rombongan kebudayaan Lampung.

Ridho juga sangat berterima kasih kepada Dubes Kroasia Sjahroedin ZP yang memberikan warna yang khas budaya Lampung pada perwakilan Indonesia di Kroasia baik dari sisi penampilan hingga kegiatan-kegiatan persahabatan dan festival yang diikuti atau diadakan oleh Kedubes Indonesia di Kroasia.

Ridho juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan di Provinsi Lampung dari mulai naiknya competitivenes index Provinsi Lampung yang melonjak pesat dari posisi 25 ke 11.

Ridho juga memaparkan kunjungan pariwisata yang meningkat sekitar 30% kenaikan setiap tahun dalam 4 tahun terakhir, keberadaan Bandara Internasional Radin Inten II, jalan tol, hingga Dermaga Eksekutif Bakauheni.

Ridho Ficardo yakin tahun-tahun mendatang Provinsi Lampung akan mengalami lompatan lebih tinggi lagi seiring pondasi pembangunan yang telah tertata dengan baik pada sektor-sektor prioritas.

Tidak ketinggalan, Gubernur Ridho juga menghadiri acara “Lampung Day” yang diisi beberapa gelaran antara lain tari Bedana, tari Lalang Waya, lagu-lagu khas dan seni musik tradisional Lampung, serta tari-tarian massal yang menarik pengunjung untuk ikut menari bersama.

Acara tersebut disaksikan pula secara langsung Dubes RI untuk Kroasia Sjahroedin ZP bersama Truly Sjahroedin dan Yustin Ficardo.

Dubes Sjahroedin cukup senang bahwa acara tersebut berjalan lancar dan menjadi awal yang membanggakan. Karena dikonsep dengan cukup baik di ruang terbuka tempat orang berkumpul serta lebih interaktif kepada para pengunjung.

Menariknya, Truly Sjahroedin ZP dan Yustin Ridho Ficardo serta para penari baik dari KBRI maupun rombongan kesenian dari Lampung ikut menari bersama, dan memperoleh sambutan antusias dari warga dan turis-turis yang kebetulan berada di lokasi kegiatan.

Dubes Sjahroedin berharap tahun depan Provinsi Lampung hadir lagi pada event yang sama.  “Saya berharap kegiatan seperti ini diadakan setidaknya di tiga negara Eropa,” kata mantan gubernur Lampung itu. (Erik/LP)

Facebook Comments