Beranda Bandar Lampung

Kasus Suap Proyek di Pemkab Lamteng, KPK Periksa Anggota DPRD Muhammad Ghofur

69
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Guna mendalami kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Lampung Tengah tahun anggaran 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Anggota DPRD Kabupaten Lamteng dari Fraksi PKS Muhammad Ghofur.

“Dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Lamteng Tahun Anggaran 2018, penyidik hari ini memeriksa anggota DPRD Lamteng dari Fraksi PKS Muhammad Ghofur sebagai saksi untuk tersangka Mustafa,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (20/3/2019).

Selain itu, lanjut Febri, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya untuk tersangka Mustafa, yaitu Sekretaris Dinas Bina Marga Lamteng Rifki, PNS pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lamteng Tarmizi, dan Kepala Bidang Air Bersih dan Pertamanan Lamteng Indra Erlangga.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK masih mendalami terkait dengan dugaan aliran dana kepada tersangka Mustafa untuk mendapatkan pekerjaan atau proyek di Pemkab Lamteng.

Pada Selasa (19/3/2019), penyidik KPK juga sudah memanggil Ketua Partai Nasdem Terbanggi Besar Rijani Andi Wijaya untuk diperiksa.

“Yang bersangkutan (Andi Wijaya) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MUS (Mustafa, Bupati Lampung Tengah),” kata Febri Diansyah.

Selain itu, KPK pun memeriksa sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dilingkungan Pemkab Lampung Tengah. Antara lain, ASN Dinas Bina Marga A Ferizal dan Aan Riyanto, serta ASN Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riki.

Diketahui, pada 30 Januari 2019, KPK menetapkan tujuh tersangka dalam kasus suap proyek di Pemkab Lamteng. Dalam kasus ini, Mustafa diduga menerima gratifikasi mencapai Rp95 miliar.

Selain menetapkan Mustafa sebagai tersangka baru, KPK juga menetapkan tersangka untuk Ketua DPRD Lamteng Achmad Junaidi Sunardi, Wakil Ketua DPRD Lamteng Raden Zugiri, Anggota DPRD Lamteng Bunyana dan Zainudia,

Ikut pula ditetapkan dua tersangka dari kalangan pengusaha, yakni pemilik PT Sorento Nusantara (SN) Budi Winarto (BW) alias Awi dan pemilik PT Purna Arena Yudha (PAY) Simon Susilo. Kedua pengusaha ini diduga selaku pemberi suap.

KPK menduga Mustafa menerima “fee” dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran “fee” sebesar 10 persen-20 persen dari nilai proyek.Total dugaan suap dan gratifikasi yang diterima Mustafa sebesar Rp95 miliar.

Sebelumnya, Mustafa juga telah divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan pidana 3 tahun penjara, denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan atas perkara memberikan atau menerima hadiah atau janji kepada anggota DPRD Kabupaten Lamteng terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Tahun Anggaran 2018. (Ricardo)

Facebook Comments