Beranda Daerah Lampung Pringsewu

Pemkab Pringsewu Bersama Balai Besar POM Lampung Komitmen Wujudkan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya

28
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Wabub Fauzi dan Kepala Balai Besar POM Lampung menandatangani komitmen mewujudkan pasar aman dari bahan berbahaya, Kamis (21/3) Foto: Manalu/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu – Komitmen tersebut ditandai dengan acara penandatanganan bersama saat kegiatan Advokasi Pembentukan Tim Terpadu Daerah dan Replikasi Program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya, di Hotel Urban, Pringsewu, Kamis (21/3/2019).

Ketua Panitia dari Balai Besar Pom di Bandar Lampung Syafroni mengatakan,
saat ini produk pangan segar dan olahan masih banyak yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks formalin dan lain lain yang bisa mengganggu kesehatan.

“Program pasar aman ini dilakukan pasca survei Balai Pom dan Koperindag Pringsewu di Gadingrejo beberapa waktu lalu dan menetapkan Pasar Gadingrejo menjadi percontohan pasar aman,” ujar Syafroni.

Dengan adanya kegiatan ini, kata dia, diharapkan Pemda Pringsewu berkomitmen mereplikasi adanya pasar aman kepada pasar pasar lainnya. “Kegiatan ini di ikuti OPD terkait, Paguyuban pedagang, serta petugas dari 14 pasar yang ada di Kabupaten Pringsewu,” katanya.

Kepala Balai Besar POM Syamsuliani menjelaskan, Pasar merupakan tempat transaksi beredarnya bahan berbagai komoditi yang harus diawasi dengan baik.

“Baru baru ini kami menemukan 47,5 kg borak di Pasar Gadingrejo dan langsung kami sita,” ungkapnya.

Menurutnya, Balai POM akan menggelar Bimtek kepada petugas pasar dan kemudian akan diberikan alat Chenkit sehingga mereka bisa mengecek bahan makanan yang di indikasi mengandung bahan berbahaya.

Sementara Wakil Bupati Pringsewu Dr.H Fauzi dalam sambutannya mengatakan, Pemkab akan berkomitmen mendukung program ini. “Bila perlu dianggarkan mobil lab biar bisa menunjang kinerja petugas pasar,” ujarnya.

Fauzi berpesan kepada tim satgas yang akan terbentuk supaya bekerja dengan baik meskipun nanti anggarannya baru di ajukan pada APBD perubahan.

“Jika sekarang baru pasar Gadingrejo yang menjadi Percontohan pasar aman, maka periode berikutnya boleh ditargetkan 3 pasar lagi,” singkatnya. (Manalu)

Facebook Comments