Beranda Bandar Lampung

PT Pertamina Dirikan SPBU Modular di JTTS Bakauheni-Terbanggi Besar

47
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares
Peresmian tol JTTS ruas Bakauheni- Terbanggi Besar, Jumat (8/3/2019). Foto: Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – PT Pertamina mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Modular, untuk melayani penguna Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.

“SPBU Modular kami siapkan untuk mengakomodir pelanggan kami yang melewati ruas tol Bakauheni–Terbanggi Besar. Secara kapasitas dan fasilitas memang tidak selengkap SPBU reguler, namun tetap dapat memenuhi kebutuhan energi pengendara,” jelas Region Manager Communication dan  CSR PT Pertamina Sumbagsel Rifky Rakhman Yusuf, Rabu (20/3/2019).

Rifky mengatakan, sebagai pintu masuk ke Pulau Sumatera, JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sudah menjadi pilihan masyarakat dari Pulau Jawa untuk menuju Bandar Lampung dan kota lainnya.

Karena itu, lanjut dia, dengan tidak ingin mengurangi kenyamanan pelanggannya, Pt Pertamina juga sudah menyiapkan SPBU Modular sebagai sarana pengisian BBM sampai pembangunan SPBU di rest area nanti sudah terlaksana.

Ia menjelaskan, saat ini SPBU Modular tersedia di kilometer (Km) 87 ruas A dan B, serta Km 115 ruas A dan B. Kedua SPBU Modular ini menyediakan produk Pertamax dan Bio Solar yang beroperasi dari pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Untuk stok sendiri, di masing-masing SPBU ada dua kilo liter (Kl) Pertamax dan 8 Kl Bio Solar.

“Jika stok di SPBU Modular habis, akan langsung disuplai dari Terminal BBM Panjang. Sebagai alternatif, masyarakat bisa membeli BBM di SPBU 24.341.05 dekat gerbang tol Km 130 dan SPBU 24.341.08 dekat gerbang tol Km 141 jika SPBU Modular Km 115 sedang habis. Untuk Modular Km 87 alternatifnya ada di SPBU 24.353.48, SPBU 24.353.50, dan SPBU 24.353.69, terdekat dari keluar gerbang tol Natar,” imbuhnya.

Rifky melanjutkan, selain ketersediaan stok yang selalu dipastikan, aspek health, safety, security, and environment (HSSE) SPBU Modular juga sudah sesuai standar perusahaan dan ditambah dengan operator yang sudah terlatih, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Operator kami, pejuang energi yang selama setidaknya 12 jam di lokasi siap melayani masyarakat yang melewati ruas tol ini. Jika memang ada kendala atau informasi seputar layanan produk kami, bisa langsung menghubungi contact center produk kami di 135,” imbau Rifky.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat, berkaitan dengan pembangunan akses jalan yang sempat terputus akibat pembangunan jalan tol.

“Nanti lihat kondisi di lapangan. Tapi yang jelas masyarakat akan mendapatkan kembali akses jalan yang saat ini terputus karena pembangunan jalan tol,” kata Sekretaris Tim Percepatan JTTS Lampung Zainal Abidin, kemarin.

Dia berharap masyarakat yang terdampak dari pembangunan tol bisa bersabar, karena saat ini pihaknya masih mencarikan solusi untuk bisa menyambungkan kembali akses jalan distribusi perekonomian masyarakat.

Pernyataan sama disampaikan PPK JTTS ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang Gustam, bahwa pihaknya tetap mencari solusi terhadap jalan desa terputus yang terdampak tol dengan membangun underpass atau overpass, guna menyambung kembali akses jalan sebagai penghubung antar desa.

“Kalau jalan rusak karena mobilisasi proyek tol, PT Waskita Karya selaku BUMN yang menggarap proyek JTTS  wajib untuk memperbaiki jalan yang rusak. Kalau diperbaiki sekarang maka percuma saja karena mobilisasinya masih berjalan,” katanya.

Sebelumnya, Humas PT Waskita Karya Agung Susilo menyatakan pihaknya siap memperbaiki jalan yang rusak dan membangun kembali akses jalan desa setelah pengadaan tanah dilakukan oleh PPK.

“Akses jalan desa yang memang sepenuhnya kita pakai untuk mobilisasi jalan tol akan kita perbaiki, namun untuk waktunya mungkin akan berbeda. Kalau kebutuhan aksesnya sudah makin sedikit maka kita perbaiki seperti di Kabupaten Lampung Tengah,” tuturnya. (Erik/Ant)

Facebook Comments