Beranda Bandar Lampung

Berkas Perkara Sibron Azis dan Kardinal Dilimpahkan ke Penuntut, Sidang Segera Digelar di Lampung

89
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan dua tersangka (pelimpahan tahap dua) kasus Tindak Pidana Korupsi terkait pembangunan proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji, Lampung Tahun Anggaran 2018. Pelimpahan ini dilakukan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, pelimpahan tahap dua ini mencakup berkas perkara terhadap tersangka Sibron Azis dan Kardinal. Keduanya berstatus sebagai pihak swasta. Sibron Azis ialah pemilik PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secillia Putri. Keduanya merupakan pihak pemberi dalam kasus suap tersebut.

Kemudian, KPK juga sudah menetapkan lokasi persidangan dari dua orang tersangka tersebut. Yakni di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Lampung.

“Hari ini telah dilakukan pelimpahan tahap dua ke penuntut. Sidangnya direncanakan dilakukan di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Lampung,” kata Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya soal informasi terbaru dari perkara kasus korupsi di Mesuji, Jumat (22/3/2019).

Dari kedua tersangka, KPK mendata telah melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi berjumlah 20 orang. Yang terdiri dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pihak swasta.

Mereka para saksi yang sudah diperiksa di antaranya ialah Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji Adi Sukamto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) setempat Najmul Fikri, sejumlah PNS daerah setempat dan pihak swasta.

Dalam kasus itu, KPK total telah menetapkan lima tersangka, yaitu Khamami (KHM), Taufik Hidayat (TH) yang merupakan adik Bupati Mesuji, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) Wawan Suhendra (WS).

Selanjutnya, pemilik PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secillia Putri Sibron Azis (SA) dan satu orang pihak swasta bernama Kardinal (KA).

Dalam perkara ini, Bupati Mesuji Khamami diduga menerima suap senilai total Rp1,58 miliar selaku “fee” proyek sebesar 12 persen dari total nilai proyek yang diminta Sibron Azis melalui Wawan Suhendra.

Suap tersebut merupakan pembayaran “fee” atas 4 proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh 2 perusahaan milik Sibron yaitu pertama proyek yang bersumber dari APBD 2018 dikerjakan oleh PT Jasa Promix Nusantara (JPN) berupa pengadaan base dengan nilai kontrak senilai sekitar Rp9,2 miliar.

Kedua, tiga proyek yang bersumber dari APBD-Perubahan 2018 yaitu satu proyek dikerjakan PT JPN yaitu pengadaan bahan material ruas Brabasan-Mekarsari sebesar Rp3,75 miliar dan dua proyek dikerjakan PT Secilia Putri (SP) yaitu pengadan base Labuhan Mulya-Labuhan Baru-Labuhan Batin sebesar Rp1,48 miliar dan pengadan bahan material penambangan kanan-kiri (segitiga emas-muara tenang) senilai Rp1,23 miliar.

Pemberian suap diserahkan secara bertahap yaitu pada 28 Mei 2018 sebagai tanda tangan kontrak diterima pemberian sebesar Rp200 juta dan 6 Agustus 2018 diterima sebesar Rp100 juta serta pada 23 Januari 2019 diserahkan Rp1,28 miliar. (Kardo)

Facebook Comments