Beranda Bandar Lampung

Angkasa Pura II Percepat Proses Pengelolaan Bandara Radin Inten II

72
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin bersama jajarannya berkoordinasi dengan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, di ruang rapat Gubernur, Senin (25/3). Foto: Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – PT Angkasa Pura (AP) II mulai mempercepat langkahnya untuk bisa mengoperasikan Bandara Radin Inten II yang kini masih dikelola oleh Kementerian Perhubungan.

Upaya tersebut terlihat saat Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin bersama jajarannya berkoordinasi langsung dengan Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, di ruang rapat Gubernur, Senin (25/3).

Awaluddin mengatakan, sembari menunggu proses pengalihan bandara Radin Inten II dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan selesai, pihaknya akan melaksanakan MoU pada Jumat (29/3) mendatang dengan Gubernur Lampung berkaitan dengan kerja sama atau pinjam pakai terhadap pengembangan aset di lahan sekitar bandara yang masih dimiliki Pemprov Lampung.

“Pak Gubernur ingin lebih diakselerasikan, sehingga nanti hal-hal yang menjadi ikatan dengan pengelolaan aset atau kerja sama aset itu malah Pak Gubernur minta dibarengi,” ujar Awaluddin saat diwawancara.

“Saat ini verifikasi aset terakhir 11 Maret 2019, mereka butuh waktu sekitar 30 hari. Jadi kalau 30 hari berarti 11 April mereka sudah punya angka, angka itu nanti akan dibuatkan formula untuk nanti menjadi sebuah perhitungan seberapa besar dalam konteks perhitungan kontribusi tetap, bagi hasil atau pembagian keuntungan,” tambahnya.

Dia menjanjikan setelah nantinya bandara dikelola oleh AP II, pihaknya akan menambah frekuensi penerbangan maupun menambah rute penerbangan baru. Begitu pun upaya mewujudkan embarkasi haji penuh.

“Ini menjadi konsen kita karena Lampung ini sangat strategis. Slot penerbangannya masih cukup longgar, bahkan ada potensi untuk menambah rute penerbangan dengan rute destinasi baru misalkan Denpasar-Lampung-Singapura,” ungkapnya.

Selain itu juga, lanjut Awaluddin, secepatnya AP II mengusulkan ke Pemprov Lampung untuk memaparkan rencana pengembangan Bandara Radin Inten II dengan fokus pada pembangunan aero city yang merupakan konsep pengembangan kawasan.

Menurutnya, pembangunan aero city dibutuhkan berkesinambungan dan terkoneksi dengan rencana tata ruang dan rencana pengembangan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Pemerintah daerah punya peran yang sangat besar dalam menentukan lokasi, izin area, dan bangunan.

“Konsep aero city itu ada beberapa poin besar salah satunya komersial area, untuk bisnis kedirgantaraan termasuk maintenance facilities dan cargo. Lampung ini punya potensi cargo warehouse juga dukungan logistik sangat besar,” katanya.

Masih kata dia, sejauh ini pihaknya sudah mengeluarkan izin slot di Bandara Radin Inten II. Sehingga bagi maskapai yang ingin mendarat ke bandara Radin Inten II sudah disiapkan tempatnya. Ia menyebutkan maskapai yang sudah mendapat izin slot adalah Lion group untuk rute Denpasar-Lampung-Singapura, Wings ke Selatar. Dilanjutkan pada April mendatang maskapai Citilink masih akan survei dan Air Asia untuk ke Kuala Lumpur.

Sementara Ridho menyambut baik rencana pengelolaan Bandara Radin Inten II oleh AP II. Dikatakannya dirinya sudah lama ingin percepatan peningkatan status internasional dan pengelolaan yang lebih baik.

“Kita harapkan dalam pengelolaan bandara kita segera bisa membuka penerbangan internasional dan embarkasi haji penuh dengan segala fasilitas sarana dan prasarananya. Karena connectivity ini menjadi bagian yang sangat penting dalam memajukan daerah,” ujar Ridho. (Erik)

Facebook Comments