Beranda Bandar Lampung

Pantau Pergerakan Jaringan Teroris di Lampung, Polri Sudah Amankan 10 Tersangka

152
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
Ilustrasi terorisme

Kupastuntas.co, Jakarta – Mabes Polri melalui Densus 88 terus memantau pergerakan jaringan teroris di Provinsi Lampung. Mengingat, Polri berhasil membongkar jaringan teroris Abu Hamzah (JAD Lampung-Sibolga-Klaten) berkat penangkapan yang dilakukan terhadap RIN alias Putra Syuhada di Lampung.

Ditambah, Polri kembali menangkap K di Lampung Utara pada Jumat (22/3). K sebelumnya merupakan anggota JAD Lampung pimpinan Ujang. Namun setelah Ujang ditangkap, K beralih ke kelompok Abu Hamzah.

“Di Lampung ada kejadian, di situ didapatkanlah keterangan saksi maupun tersangkanya. Dari pengembangan ditemukanlah barang dari Sibolga. Dari sini dilakukanlah pengembangan terhadap kasus,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Selasa (26/3/2019).

Syahar menyebut, hingga kini sudah ada 10 terduga teroris kelompok Abu Hamzah yang diamankan, termasuk RIN alias Putra Syuhada. Syahar menegaskan, polisi tak akan berhenti melakukan pengembangan terhadap jaringan teroris Abu Hamzah.

“Total dari pengembangan kasus teror yang di Lampung, ada 10 tersangka. Tentunya ini masih dikembangkan lagi oleh Densus. Tentang keterkaitan masing-masing, tentunya Densus juga punya data perkembangan dari situ. Sekarang Densus masih kerja juga di lapangan untuk mengembangkan kasus ini,” terang Syahar.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo
mengatakan, masih ada sleeping cell yang masih terus bergerak. Dan mereka terus dimonitor oleh Densus 88.

“Yang ditangkap di Lampung baru-baru ini adalah seorang DPO. Yang bersangkutan atas nama K, sudah diikuti sekian lama, paska penangkapan P (teroris Lampung RIN alias Putra Syuhada),” jelasnya.

Dedi menjelaskan K sebelumnya merupakan anggota JAD Lampung pimpinan Ujang. Namun setelah Ujang ditangkap, K beralih ke kelompok Abu Hamzah.

“Keterlibatannya sebagai anggota JAD Lampung yang dipimpin Saudara Ujang, yang sudah ditangkap paska kejadian peledakan bom Surabaya,” terang Dedi.

Dedi menerangkan, K diketahui telah menjalani latihan militer atau idad di wilayah Lampung. Polisi menyita barang bukti berupa ponsel milik K yang berisi percakapannya dengan kelompok JAD.

“Dia secara aktif di dalam kelompok Lampung ini mengikuti kegiatan idad atau latihan militer, termasuk dengan P (RIN alias Putra Syuhada) yang sudah ditangkap. Barang buktinya Hp dan jaringan komunikasi dengan kelompoknya,” ucap Dedi. (Dtc)

Facebook Comments