Beranda Daerah Lampung Lampung Barat

Pemda Lambar Konsisten Lestarikan Alat Musik Tradisional Gamolan Pekhing

217
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    31
    Shares
Kabid kebudayaan pada Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Lampung Lampung barat Riadi Andrianto. Foto : Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Menjaga kekayaan budaya untuk tetap bertahan dan lestari tidak terlepas dari peran banyak pihak. Kabid kebudayaan pada Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Lampung Lampung barat Riadi Andrianto mendampingi kepala Dinas pendidikan Bulki Basri mengatakan, Upaya Kabupaten Lampung Barat dalam mempertahankan dan melestarikan budaya akan dapat berhasil atas peran penting seluruh komponen masyarakat.

“Action dalam mempertahankan dan melestarikan budaya adalah peran banyak pihak termasuk peran dari masyarakat sebagai pelaku dan pengguna Budaya, sedangkan Action pemerintah dengan tetap berpijak pada mekanisme yang berlaku dalam mengakomodir dan mendorong juga memanagement, dalam hal ini pemerintah Daerah kabupaten Lampung Barat Konsisten Lestarikan Alat Musik Tradisional Gamolan Pekhing,” kata Riadi.

Terkait alat musik tradisional gamolan pekhing yang telah diajukan kepada Unesco sebagai warisan budaya tak benda oleh kementerian dengan melibatkan praktisi seni tradisional Mamak Lil, disambut baik dan bangga.

“Kita harus bangga keberadaan alat musik gamolan pekhing telah dinominasi ke Unesco, dengan melibatkan langsung peran Mamak Lil yang kita ketahui keberadaan nya sebagai putra daerah asli Lampung Barat,” Ujarnya.

Selain itu Riadi berharap akan segera terbangun komunikasi ke semua pihak sebagai upaya memberikan tindakan nyata dalam mempertahankan dan melestarikan penggunaan gamolan pekhing.

“Kami akan komunikasikan kepada para penggiat seni tradisional untuk mengkolaborasikan gamolan pekhing dengan alat alat musik yang ada dan untuk dapat mengadakan work shop tentang cara membuat dan menggunakan gamolan pekhing, kementerian saja sudah memberikan perhatian lebih kita juga harus action lebih juga,” ujar Riadi.

Menurut Riadi, penggunaan Gamolan pekhing perkembangannya lambat dan tidak secepat budaya nyambai, dalam penguasaannya apalagi untuk dikuasai kalangan milenial karena penggunaan alat musik tradisional gamolan pekhing memerlukan pengetahuan khusus.

“Menggunakan gamolan pekhing memerlukan latihan dan pembelajaran khusus wajar jika pelestariannya lebih lambat dibandingkan dengan nyambai untuk menguasai tekhnik penggunaan gamolan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena itu pengembangan gamolan pekhing ini butuh peran dan dukungan banyak pihak,” ungkap Riadi.

Sekretaris Dinas Kepemudaan, olah raga dan Pariwisata kabupaten Lampung Barat Ronggur L Tobing, kepada kupastuntas.co mengatakan alat musik tradisional asal Bumi Skala Bekhak gamolan pekhing telah digunakan di ruang tunggu Bupati selain itu dalam acara tertentu saat ini gamolan pekhing sering dimunculkan.

“Kedepan kita berharap gamolan pekhing akan lebih banyak lagi digunakan dan terdengar dirumah makan dan hotel sebagai Welcome terhadap wisatawan, Gamolan pekhing ini merupakan aset warisan yang harus kita jaga dan kita lestarikan serta dipergunakan sebaik mungkin,” terang Ronggur.

Bupati Kabupaten Lampung Barat Parosil Mabsus melalui pesan WhatsApp nya mengapresiasi kerja keras praktisi seni tradisional Mamak Lil yang terus bekerja dalam menjaga kelestarian alat musik tradisional asal Lampung Barat, terlebih gamolan pekhing telah dibawa menuju Unesco untuk dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda tingkat dunia.

“Atas nama pemerintah daerah saya mengapresiasi perjuangan banyak pihak khusus nya kepada Mamak Lil dalam melestarikan dan mempertahankan keberadaan alat musik tradisional gamolan pekhing, pemerintah daerah dan masyarakat komitmen menjadikan Budaya dan adat istiadat yang diwariskan para pendahulu dibumi Skala Bekhak sebagai perekat dan pemersatu sekaligus sebagai aset menuju Lampung Barat lebih maju dan hebat. (Satoris/Iwan)

Facebook Comments