Beranda Bandar Lampung

Musim Kemarau Tiba, Sumatera Waspada Kebakaran Hutan

57
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-02/ini-4-provinsi-yang-berlakukan-siaga-darurat-kebakaran-hutan-dan-lahan-01.jpg
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Awal musim kemarau tahun 2019 di Indonesia diperkirakan jatuh pada April-Mei. Masa transisi musim dari penghujan menuju kemarau tersebut ditandai dengan fenomena musim pancaroba dengan ciri-ciri di antaranya terjadi perubahan cuaca ekstrem, dari terik menjadi hujan lebat, angin kencang hingga suhu yang berubah-ubah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan memasuki puncaknya pada bulan Agustus. Terutama di wilayah yang rawan dengan kebakaran lahan seperti di Pulau Sumatera.

“Musim kemarau diperkirakan masuk pada bulan April-Mei ini. Namun belum semua wilayah mengalami perubahan musim (masih penghujan), atau malah sebaliknya bahwa ada wilayah yang sudah mengalami dampak kekeringan. BNPB mengimbau agar warga mempersiapkan diri untuk menghadapi musim kemarau tersebut dan wilayah yang rawan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Sabtu (30/3/2019).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau di tahun ini akan terjadi El Nino kategori lemah. El Nino sendiri merupakan suatu keadaan yang cenderung kering dan minim hujan. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal mengatakan, dampak El Nino lemah ini tentu berbeda dengan El Nino kuat yang terjadi di tahun 1997 dan 2015. Saat itu, cuaca sangat kering dan kebakaran hutan dan lahan besar terjadi.

“Dari prediksi kami, El Nino lemah ini di pertengahan tahun akan hilang,” kata Herizal.

Meskipun dalam kategori El Nino lemah, potensi karhutla dan kekeringan perlu diwaspadai. Karena dampak kondisi El Nino ini dipengaruhi tiga hal yakni intensitas, waktu dan lokasi. Di wilayah rawan karhutla pun, patut waspada, karena cuaca kering tersebut. Ketika kondisi gambut kering dan tingkat kebasahannya di bawah 40 cm maka potensi kebakaran sangat tinggi. Untuk di wilayah Sumatera dan Kalimantan, gambut harus dipastikan tetap basah.

Sementara Kasi Data dan Informasi BMKG Provinsi Lampung, Rudi Harianto, mengatakan pada April, wilayah Lampung sudah memasuki masa pancaroba yaitu peralihan dari musim penghujan ke kamarau. Dia menjelaskan, bahwa pada masa pancaroba sangat berpotensi terjadinya cuaca ekstrim, hujan lebat dengan durasi singkat kemudian suhu panas sekali dan hujan lokal.

“Semua wilayah kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Lampung berpotensi terjadi cuaca buruk ektrim berupa hujan lebat namun durasinya singkat. Pertengahan April 2019 diperkirakan mulai masuk musim kemarau,” ujarnya. (Rls/Tampan)

Facebook Comments