Beranda Bandar Lampung

Perjalanan Kasus Zainudin Hasan Hingga Dituntut 15 Tahun Penjara

107
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares
Sidang tuntutan Zainudin Hasan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Senin (1/4/2019). Foto: Kardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat tuntutan kepada Bupati non aktif Lampung Selatan (Lamsel). Dari beberapa poin yang dibacakan jaksa, adik Ketua MPR Zulkifli Hasan itu dituntut 15 tahun penjara, dicabut hak politiknya selama 5 tahun, denda sebanyak Rp500 juta, subsidair 5 bulan kurungan penjara, dan harus membayar uang pengganti senilai Rp66 miliar, Senin (1/4/2019).

Jaksa sebelumnya mendakwa kepada Zainudin Hasan karena telah diduga melakukan tindak pidana korupsi senilai Rp106 miliar. Dari total uang ini, KPK sudah menerima sejumlah pengembalian uang atas kasus ini sebanyak Rp40 miliar dari berbagai pihak.

Berikut perjalanan Zainudin Hasan hingga akhirnya dituntut 15 tahun pernjara:

OTT KPK 26 Juli 2019

Zainudin Hasan terkena OTT KPK pada Kamis (26/7/2019) malam. Dalam OTT itu, diamankan uang tunai sebesar Rp600 juta.

Ditetapkan sebagai tersangka

Pada 27 Juli 2018 Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan sebagai tersangka kasus dugaan suap. Adik dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ini diduga menerima fee proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lampung Selatan

KPK Menjadwalkan Pemeriksaan Terhadap Zainudin Sebagai Tersangka Suap

pada Senin (24/9/2018) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati nonaktif Lampung Selatan, Zainudin Hasan sebagai tersangka suap.

Baca Juga: Tak Diizinkan Jenguk Istri, Zainudin Hasan Marah-marah

KPK Kembali Tetapkan Zainudin Sebagai Tersangka TPPU

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan, Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan sebagai tersangka. Kali ini, adik Zulkifli Hasan itu ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang senilai Rp 57 miliar.

Zainudin Hasan ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang setelah KPK melakukan pengembangan kasus korupsi. Sebelumnya, Zainuddin ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Juli 2018.

“Dalam pengembangan kasus korupsi oleh Zainudin Hasan yang terjerat OTT, Juli lalu, penyidik menemukan adanya dugaan tindak pidana pencucian uang,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 19 Oktober 2018.

Baca Juga: Usai Dituntut KPK, Zainudin Hasan Menangis Minta Izin Jenguk Istri Melahirkan

KPK Perpanjang Penahanan Zainudin Hasan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan perpanjangan penahanan terhadap Zainudin Hasan. Bupati Lampung Selatan nonaktif itu terjerat perkara suap penanganan proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Lampung Selatan.

“Perpanjangan penahanan untuk tersangka ZH selama 30 hari mulai 25 Oktober sampai 23 November 2018,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati Iskak, di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 23 Oktober 2018.

Selain Zainudin, penyidik juga melakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari terhadap dua tersangka lainnya dalam kasus ini, yakni Kelapa Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lamsel, Anjar Asmara; dan anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho.

Kpk Periksa Zainudin Hasan Sebagai Tersangka Kasus TPPU

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan, Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan sebagai tersangka. Kali ini, adik Zulkifli Hasan itu ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang senilai Rp 57 miliar, Jumat (2/11/2018).

KPK Sita Aset Zainudin senilai Rp6 Miliar

9 November 2018 KPK menyita aset Zainudin senilai Rp6 Miliar. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, aset itu berupa tanah yang di atasnya berdiri perusahaan aspal mixing plant PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) di Desa Campang Tiga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Baca Juga: Zainudin Hasan Dituntut 15 Tahun Penjara dan Dicabut Hak Politiknya 5 Tahun

KPK menempatkan Zainudin Hasan di Lapas Rajabasa

KPK menempatkan Zainudin Hasan ke Lapas kelas 1A Rajabasa. Zainudin menempati sel di blok D3 yang terdiri atas 67 orang dan 10 kamar, 7 Desember 2018.

Sidang Perdana Zainudin Hasan Dikawal Ketat 

Jalani sidang perdana, Zainudin Hasan Bupati Lampung Selatan Non Aktif dikawal ketat oleh Gegana Sat Brimobda Polda Lampung, Senin 17 Desember 2018.

Zainudin Hasan Dituntut 15 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat tuntutan kepada Bupati non aktif Lampung Selatan (Lamsel). Dari beberapa poin yang dibacakan jaksa, adik Ketua MPR Zulkifli Hasan itu dituntut 15 tahun penjara, dicabut hak politiknya selama 5 tahun, denda sebanyak Rp500 juta, subsidair 5 bulan kurungan penjara, dan harus membayar uang pengganti senilai Rp66 miliar, Senin (1/4/2019).

Jaksa sebelumnya mendakwa kepada Zainudin Hasan karena telah diduga melakukan tindak pidana korupsi senilai Rp106 miliar. Dari total uang ini, KPK sudah menerima sejumlah pengembalian uang atas kasus ini sebanyak Rp40 miliar dari berbagai pihak.

Baca Juga: KPK Serahkan Berkas Penyuap Bupati Mesuji ke PN Tanjungkarang, dan Titipkan Dua Tersangka di LP Bandar Lampung

Facebook Comments