Beranda Ekonomi

BI Lampung : Jaga Kestabilan Harga Jelang Ramadhan

22
  • 16
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    16
    Shares
https://www.kupastuntas.co/files/berita-ekonomi/2018-03/bank-indonesia-keyakinan-konsumen-menurun-di-februari-2018-01.jpg
Bank Indonesia. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung mencatat, Indeks Harga Konsumen Provinsi Lampung pada Maret 2019 mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm). Angka ini di atas rata-rata historis inflasi Maret dalam 5 tahun terakhir sebesar 0,12% (mtm).

Kepala Perwakilan BI Lampung, Budiharto Styawan mengatakan, sumber inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga kelompok bahan makanan, khususnya pada komoditas hortikultura serta kelompok transportasi dan komunikasi. Menipisnya pasokan hortikultura, kata dia, karena mulai berakhirnya puncak musim panen dan faktor cuaca penghujan yang cukup tinggi di bulan Maret menjadi penghambat produksi komoditas hortikultura.

“KPw BI Provinsi Lampung memandang risiko kenaikan tekanan inflasi khususnya yang bersumber dari gejolak harga pangan perlu diwaspadai. Risiko tekanan inflasi yang bersumber dari pergerakan harga komoditas pangan sensitif mendekati masuknya bulan Ramadhan, seperti daging ayam ras, tomat sayur dan bawang,” jelas Budiharto, Kamis (4/4).

Di samping itu, seiring dengan berakhirnya periode panen raya padi yang diperkirakan mulai berakhir di bulan Ramadhan, risiko kenaikan komoditas tersebut meningkat meski cadangan Bulog cukup memadai. Dalam rangka mengantisipasi risiko tekanan inflasi yang masih cukup besar kedepan, kata Budiharto, diperlukan langkah-langkah pengendalian inflasi yang konkrit terutama untuk menjaga inflasi yang tetap rendah dan stabil,

“Pertama, TPID, Satgas Pangan dan pihak terkait harus memastikan dan mengkomunikasikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas bahan makanan, termasuk memastikan kelancaran distribusinya dari sentra-sentra produksi,” jelasnya.

Himbauan moral juga dapat dilakukan bekerja sama dengan Dewan Masjid, MUI maupun pihak terkait untuk berbelanja bijak di bulan Ramadhan, mengingat secara seasonal di bulan Ramadhan terdapat kenaikan permintaan komoditas pangan.

Kedua, perlu dilaksanakan koordinasi antara lain dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk tidak menaikkan tarif secara berlebihan selama periode mudik Lebaran. Melakukan komunikasi aktif kepada masyarakat mengenai program mudik gratis yang akan diadakan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta.

“Terkait dengan tarif angkutan udara, diperlukan koordinasi dengan otoritas terkait, di samping mengimbau maskapai untuk dapat melakukan perbaikan pelayanan di tengah kenaikan tarif batas bawah yang dilakukan di bulan April,” tandasnya. (Tampan)

Facebook Comments