Beranda Bandar Lampung

BNNP Lampung Pantau Penyelundupan Narkoba Jalur Udara

71
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pasar narkoba terbuka yang lebar di Indonesia dipengaruhi oleh faktor supply dan demand yang masih tinggi. Supply atau pasokan narkoba yang masuk ke negeri ini dengan berbagai modus operandi, baik melalui penyelundupan via pelabuhan laut, bandar udara, daerah perbatasan maupun pengiriman paket.

Banyak kasus telah dibuktikan dan diungkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional dan sejumlah instansi terkait lainnya. Di Lampung, BNN Provinsi Lampung, telah banyak mengungkap peredaran pasar gelap narkoba dan berhasil menembak mati sejumlah bandar, pengedar dan kurir. Di mana para pelaku tersebut dibekuk melalui via darat.

BNNP pun akan terus mengupayakan pencegahan masuknya barang haram (Narkoba) ke Provinsi Lampung. Kali ini, BNN akan menyasar dengan memantau penyelundupan narkoba via udara. Sebab, di Lampung status bandara Radin Inten II akan menjadi bandara internasional.

“Polanya nanti akan berubah. Habis ini mau ke udara, kita mau perkuat, sudah minta alat (Metal Detector) sama pak gubernur,” kata Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga, usai pemusnahan barang bukti narkoba di kantor BNNP setempat, Rabu (10/4/2019).

Tagam mengatakan, bahwa saat ini Seaport Interdiction (SI) Bakauheni, Lampung Selatan, memang belum memiliki alat metal detector, akan tetapi penjagaan secara manual antara BNNP, Polda, dan Polres, sudah diperkuat.

“Selesai Pemilu, akan kita perkuat lagi semua,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, BNNP bersama instansi terkait memusnahkan narkoba jenis sabu sebanyak 5,99 kg dengan cara diblender, dan 3.773 butir pil ekstasi. Barang bukti tersebut dari lima laporan kejahatan narkoba. Di mana, 18 orang ditangkap dengan rincian 15 orang (bandar, pengedar, kurir) ditembak dan dua ditembak mati karena melawan. (Oscar)

Facebook Comments