Beranda Bandar Lampung

Peneliti: Politik Transaksional Tinggi di Lampung

38
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Peneliti politik dari Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies atau Koninklijk Institute voor Taal Land en Volkenkunde (KITLV), menyebut bahwa di Indonesia masuk dalam daerah dengan transaksional politik yang tinggi, termasuk di Provinsi Lampung.

Hal itu disampaikan Dr. Ward Berenschot dan Prof. Dr.Gerry Van Klinken di acara bedah buku Democracy for Sale (Ward Berenschot & Edward Aspinall) dan buku Citizenship in Indonesia (Gerry van Klinken) yang digelar oleh Fisip Universitas Lampung, Kamis (11/4).

Kedua peneliti (Ward dan Gerry) menyampaikan hal tersebut setelah melakukan penelitian selama beberapa tahun belakangan. Dan salah satu objek penelitian keduanya dilakukan di Provinsi Lampung.

“Salah satu transaksional politik yang banyak dilakukan adalah serangan fajar. Memang serangan fajar begitu umum terjadi di indonesia, itu karena budaya dan banyak orang terbiasa, tapi ada faktor kelemahan parpol,” kata Ward.

Menurut Ward, di negara lain, partai politik (parpol) punya kekuasaan lebih kuat dan lebih banyak mengontrol kekayaan negara. Di mana, parpol bisa menggunakan kekayaan negara untuk berhubungan dengan pemilih.

“Sedangkan di Indonesia, kontrol atas kekayaan negara ditangan birokrasi. Artinya, untuk membuka hubungan baik dengan pemilih harus lebih dengan kekayaan pribadi, dengan uang dengan hadiah pribadi. Ini alasan penting serangan fajar umum di Indonesia,” ungkap Ward.

Untuk politik transaksional di Lampung, lanjutnya, memang cukup tinggi karena didasari oleh struktur ekonomi di Lampung. Dan jika dilihat, kata dia, di Lampung banyak tergantung pada satu sektor ekonomi, yakni pertanian yang didalamnya ada bisnis pertanian besar mulai nanas, sawit dan gula.

“Sehingga berdasarkan survei yang kami lakukan, kalau ekonomi beragam dan banyak sektor ekonomi lain yang penting (dari pertanian), maka praktik politik transaksional akan turun. Ini terjadi dibeberapa daerah seperti di Pulau Jawa, misalnya Surabaya dan kabupaten lainnya. Tapi, karena struktur ekonomi di Lampung belum beragam, maka untuk menghilangkan politik transaksional masih sulit dihilangkan,” bebernya.

Bahkan dalam memuluskan transaksional politik dalam pelaksanaan pemilu, biasanya melibatkan tim yang sudah dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, biasanya tim sukses kebanyakan berisikan panutan dan disukai masyarakat. “Hal ini akhirnya membuat pemilih lebih merasa perlu kasih suara pada pilihannya,” pungkasnya. (Sule)

Facebook Comments