Beranda Bandar Lampung

Alhamdulillah, Juriah TKW yang Hilang Kontak di Abu Dhabi Telah Dikembalikan ke Pelukan Keluarganya dengan Selamat

54
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares
Juriah (29), TKW asal Metro yang hilang kontak dengan keluarganya, dari komunikasi terakhir dirinya mengaku dipukuli oleh pihak agen yang memberangkatkannya. Foto : Han/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung
Keharuan menyelimuti keluarga dari Juriah (29), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kota Metro yang sempat hilang kontak dengan keluarganya sejak 13 Maret 2019.

Pasalnya, anak kedua dari pasangan suami istri Jamiun dan Kenni itu kini telah dipulangkan dalam kondisi baik ke pelukan kedua orang tuanya dan keluarga pada Sabtu (13/4) oleh agensi yang memfasilitasi Juriah untuk bekerja di Abu Dhabi.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Lampung Waydinsyah menerangkan, proses pemulangan Juriah cukup memakan waktu lama apa lagi penyaluran Juriah ke Abu Dhabi sebagai TKW melalui jalur tidak resmi.

“Kondisinya dalam keadaan baik. Pemulangannya senyap, dipulangkan dari Abu Dhabi pada Jumat (12/4), transit ke Brunei Darussalam, malamnya sampai di Jakarta, sampai di rumah pakdenya di Serang diantar oleh perorangan dari Jakarta saat subuh buta, jadi mereka sengaja memulangkan Juriah pada waktu-waktu sepi aktivitas penduduk sekitar rumah,” jelas Waydinsyah kepada kupastuntas.co, Selasa (16/4).

“Di Serang Juriah dijemput oleh ibunya yang di Metro dan sekarang posisinya sudah di Metro sejak Minggu (14/4) lalu,” imbuhnya.

Dikatakan Waydinsyah, kembalinya Juriah ke keluarga merupakan niatan baik dari pihak perorangan di Jakarta yang menyalurkan Juriah ke agency Al Wazi di Abu Dhabi. Di mana pihak perorangan di Jakarta memberikan semacam uang ganti rugi sebesar Rp 50 Juta kepada agency Al Wazi sebagai syarat untuk bisa memulangkan Juriah.

“Penebusan biaya juga dari orang Jakarta. Karena dia (agency Al Wazi) merasa sudah terima Juriah dan sudah ada pertukaran, yang kantor di Jakarta sudah menyalurkan Juriah dan menerima uang dari agency Al Wazi. Akhirnya pihak perorangan di Jakarta yang bertanggung jawab,” pungkasnya.

Berita Terkait : Berangkat Bukan Sebagai TKI, Juriah Ditahan Agen Penyalur

Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan Juriah lewat sambungan telepon untuk mengetahui kondisi Juriah selepas kembali ke kampung halamannya.

“Selama di agency 8 atau 9 bulan selama itu telah berganti-ganti majikan sampai 9 majikan karena tidak betah bekerja dengan majikan itu. Dia juga mengatakan pernah mengalami kekerasan dari majikan tempat dia bekerja tetapi sudah lama sekali. Perlakuan di agency baik, paling hanya ancaman saja seperti tidak boleh pulang sebelum bekerja selama dua tahun,” paparnya.

Agar tidak terulang kembali kasus seperti ini, dia mengimbau kepada masyarakat Lampung yang memiliki keinginan bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), maka tempuhlah jalur-jalur yang resmi yakni dengan terlebih dahulu mendaftarkan diri ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat. (Erik)

Facebook Comments