Beranda Bandar Lampung

Begini Kronologis Dugaan Pemberian Uang ke Pejabat Polda Lampung Terkait Kasus Korupsi Khamami

762
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Wawan Suhendra, Sekdin PU-PR Mesuji bersaksi di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang dalam perkara korupsi paket proyek yang menyeret Bupati Khamami. Foto : Kardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Mantan Sekretaris Dinas PU-PR Kabupaten Mesuji Wawan Suhendra bersaksi kalau selama menjalankan permainan paket proyek, terdapat aliran dana yang mengucur ke mantan Kapolda dan Waka Polda Lampung. Yaitu Irjen Pol S dan Brigjen Pol ARY.

Tak sampai di situ, dia juga menceritakan peristiwa pemberian uang Rp 200 juta itu dilakukan langsung oleh dirinya bersama Bupati Khamami dengan mendatangi rumah dinas kedua jendral tersebut.

“Bupati minta ke Pak Kadis untuk menyiapkan uang Rp 200 juta,” sebutnya.

Wawan Suhendra lalu menirukan perintah dari Bupati ke Kadis PU-PR Mesuji Najmul Fikri.

“Fik, tolong siapkan Rp 200 juta. Minta ke Kardinal. Saya mau ke Bandar Lampung. Mau silaturahmi ke Kapolda dan Waka Polda. Kalau nggak bawa apa-apa, saya tidak enak,” kata Wawan Suhendra menirukan ucapan bupati yang memberikan perintah ke Najmul Fikri.

Berita Terkait : Mantan Kapolda dan Waka Polda Lampung Diduga Terima Aliran Dana Fee Proyek Khamami 

Setelah mendapat perintah itu, sambung Wawan Suhendra, Najmul Fikri langsung meminta dirinya berkoordinasi ke Kardinal.

Kardinal sendiri langsung memberikan uang tersebut yang diambilnya langsung ke kantor PT Subanus Grup.

“Saat itu Pak Bupati saya temui di Hotel Emersia. Kami bertiga berangkat ke rumah dinas Kapolda dan Waka Polda,” tuturnya.

Pertama yang disambangi adalah rumah dinas mantan Kapolda Lampung Irjen Pol S. Wawan Suhendra mengaku dia berada di dalam mobil memegang uang itu. Bupati dan Najmul Fikri masuk ke dalam.

Tak lama, Irjen Pol S bersama Bupati Khamami ditemani Najmul Fikri keluar dari rumah itu.

“Terus saya disamperin Pak Kadis, minta ngeluarin uang Rp 150 juta. Terus saya kasih. Dan diberikan ke Kapolda,” imbuhnya.

Selanjutnya mereka ke rumah dinas mantan Waka Polda Lampung Brigjen Pol ARY. Berbeda dengan cara pertama, kali ini mereka bertiga langsung masuk ke dalam. Dia mengaku menyaksikan sendiri pemberian Rp 50 juta itu.

Atas pernyataan Wawan Suhendra, awak media ini mencoba meminta klarifikasi kepada kedua jendral itu. Namun belum berhasil mendapat jawaban, apakah benar atau tidak kesaksian Wawan Suhendra itu.

Jaksa pada KPK Wawan Yunarwanto mengatakan bahwa keterangan saksi tentang Polda Lampung itu belum dapat dijadikan sebuah fakta.

“Karena masih kesaksian dari satu orang soal adanya penyerahan uang ke instansi tersebut,” jawabnya. (Kardo)

 

Tonton Juga :

Pemilih Temukan Surat Suara Yang Sudah Tercoblos Calon Presiden

Facebook Comments