Beranda Bandar Lampung

Soal Perintah Siapkan Paket Proyek ke Mantan Pejabat Polda Lampung, Wawan : Saya Berkomunikasi dengan AKBP Y

299
Wawan Suhendra, Sekdin PU-PR Mesuji bersaksi di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang dalam perkara korupsi paket proyek yang menyeret Bupati Khamami. Foto : Kardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –¬†Persidangan kasus korupsi proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Kabupaten Mesuji di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang mengungkap adanya aliran dana ke mantan pejabat Polda Lampung, Senin (22/4/2019).

Ungkapan itu disampaikan Sekretaris Dinas (Sekdin) Dinas PU-PR Mesuji bernama Wawan Suhendra saat menjadi saksi menemani Taufiq Hidayat, adik Bupati non aktif Mesuji Khamami.

Di perkara yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, Wawan Suhendra ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Taufiq Hidayat, Khamami, Sibron Azis serta Kardinal berstatus kontraktor dari PT Subanus Grup.

Wawan Suhendra mengutarakan adanya permintaan sang Bupati untuk menyiapkan paket proyek ke dua mantan pejabat Polda Lampung, Irjen Pol S dan Brigjen Pol ARY.

Sumber paket proyek itu, dikatakannya, berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 yang bernilai Rp 9 miliar.

Berita Terkait : Mantan Kapolda dan Waka Polda Lampung Diduga Terima Aliran Dana Fee Proyek Khamami

Berita Terkait : Begini Kronologis Dugaan Pemberian Uang ke Pejabat Polda Lampung Terkait Kasus Korupsi Khamami 

Dia mengaku mendapat perintah dari Kepala Dinas PU-PR Mesuji Najmul Fikri untuk mencarikan cara berkomunikasi dengan Polda Lampung sesuai arahan Bupati Khamami.

Mendengar arahan itu, dia berkomunikasi dengan oknum polisi berpangkat AKBP bernama Yoni.

“Saya diminta Pak Kadis, katanya ada arahan dari Bupati. Kata Bupati, ingin memberikan paket ke sana (Polda Lampung). Akhirnya saya berdiskusi dengan AKBP Yoni,” terangnya di persidangan.

Setelah berkomunikasi dengan oknum polisi itu, ia juga mengaku pernah ikut serta memberikan uang senilai Rp 200 juta ke Irjen Pol S dan Brigjen Pol ARY.

“Proyek itu dikerjakan PT Jasa Promix Nusantara (grup dari PT Subanus), tapi list paket proyeknya untuk Polda Lampung,” terangnya.

Atas kesaksiannya itu, jaksa pada KPK Wawan Yunarwanto mengatakan bahwa hal itu belum dapat dijadikan sebuah fakta.

“Karena masih kesaksian dari satu orang,” ucapnya. (Kardo)

Facebook Comments