Beranda Daerah Lampung Pringsewu

Diskoperindag Pringsewu Gelar Pelatihan Manajemen Koperasi, Ketua PKKL: Jangan Ada Koperasi Merpati dan Koperasi Pedati

62
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Peserta Pelatihan Manajeman Koperasi, foto bersama, Selasa (23/4/2019) Manalu/Kupastuntas.cp

Kupastuntas.co, Pringsewu – Ketua Pusat Koperasi Kredit Lampung, FX Siman dipercaya menjadi nara sumber dalam Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD yang di gelar Diskoperindag Pringsewu, di aula Hotel Urban, Selasa (23/4/2019).

Kadis Koperindag Pringsewu Masykur mengatakan pelatihan akan berlangsung selama tiga hari dengan peserta dari 9 kecamatan berjumlah 30 orang.

Menurut Masykur dari beberapa koperasi yang ada di Bumi Jejama Secancanan masih perlu dilakukan pembinaan dan bimbingan.

“Banyak koperasi yang tidak berjalan lagi. Oleh karena itu koperasi koperasi yang sudah tidak berjalan diupayakan supaya bangkit kembali tentu dengan cara memberdayakan melalui pelatihan manajemen,” ujar Masykur.

Sementara Wakil Bupati Dr. Fauzi mengatakan Koperasi merupakan organisasi yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri. Namun perlu dipahami ada seleksi alam sehingga sebagian koperasi vakum karena alasan berbagai faktor.

“Tidak bagus koperasi terdaftar sekian, tapi yang aktif cuma sekian, ditambah lagi RAT tidak ada. Tolong Koperindag ciptakan ada koperasi unggulan. Jika perlu adakan pembinaan untuk mengedukasi misalnya koperasi mahasiswa koperasi sekolah sehingga nantinya terbiasa,” pesan Fauzi.

Ketua Pusat Koperasi Kredit Lampung, FX Siman mengatakan salah satu materi yang akan disampaikan yakni dasar dasar koperasi, mengingat pada umummya orang membentuk koperasi tapi tidak memiliki dasar dasar koperasi.

“Sehingga seperti kumpulan saja, tidak ada manajemen yang baik seperti dalam mengelola akutansinya karena sama sekali belum pernah mengikuti pelatihan dasar” kata dia.

Menurut FX Siman saat ini Pusat Koperasi Kredit (simpan pinjam) Lampung telah beranggotakan 83.000 orang dengan aset Rp810 miliar.

“Jangan muncul karena ada iming-iming bantuan (Koperasi Merpati), kemudian muncul karena dipecut (Koperasi Pedati) tapi jadilah koperasi sejati yang memang berasaskan dasar dasar koperasi,” pungkasnya. (Manalu)

Facebook Comments