Beranda Politik

Nyoblos Pakai A5 Milik Orang Lain, Empat Mahasiswa Terancam Pidana

120
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Empat orang mahasiswa di salah satu kampus di Bandar Lampung terancam pidana setelah melakukan pencoblosan menggunakan surat pidana memilih (A5) orang lain pada Pemilu 17 April 2019 lalu di TPS 25 Perumnas Way Halim, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung.

Hal tersebut juga diperkuat dengan keputusan Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Bandar Lampung yang telah meregistrasi terhadap temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandar Lampung.

Ketua Bawaslu Bandar Lampung, Candrawansah, mengaku, bahwa pihaknya bersama sentra Gakkumdu telah melaksanakan pembahasan pertama tentang keempat orang yang menggunakan A5 orang lain saat pencoblosan pada 17 April lalu.

“Dari hasil pembahasan dengan Gakkumdu, kami akan mengundang dan menglarifikasi beberapa orang saksi yang kemungkinan mengetahui proses terjadinya pencoblosan tersebut, seperti KPU Kota, Pengawas Kecamatan, Pengawas Kelurahan dan Pengawas TPS. Setelah itu, KPPS dan saksi-saksi parpol, selanjutnya baru terlapor,” kata Candrawansah, Senin (22/4).

Baca Juga: Soal Perintah Siapkan Paket Proyek ke Mantan Pejabat Polda Lampung, Wawan : Saya Berkomunikasi dengan AKBP Y

Candrawansah menegaskan, akan fokus kepada kasus seseorang yang menggunakan identitas orang lain untuk memilih. Sebab, kata dia, itu merupakan pelanggaran. “Ada di Pasal 533 UU No.7 tahun, 2017 dan sanksinya pidana. Kasus ini sudah diregistrasi dan hasilnya akan memanggil beberapa saksi dan akan diproses sampai 14 hari,” terangnya.

Di sisi lain, Candra menambahkan, terkait kasus di Sukabumi, sebelum Ketua Bawaslu Lampung mendatangi PPK Sukabumi, pihaknya telah meminta Panwascam untuk meminta keterangan yang ada di dalam video tersebut (Samsir dan ibu RT) dan juga KPPS.

“Kalau kasus itu belum diregistrasi sebagai temuan, karena secara administrasi tidak ada persoalan hanya pendalaman, karena tidak ada pengelembungan suara ataupun penghilangan suara. Sampai saat ini kami minta kepada Panwascam untuk mencari tahu. Dari mana yang bersangkutan mendapatkan C1 Sertifikat yang tanpa tandatangan tersebut,” tandasnya. (Sule)

Baca Juga: Begini Kronologis Dugaan Pemberian Uang ke Pejabat Polda Lampung Terkait Kasus Korupsi Khamami

Baca Juga: Mantan Kapolda dan Waka Polda Lampung Diduga Terima Aliran Dana Fee Proyek Khamami

Facebook Comments