Beranda Bandar Lampung

BNPT: Kearifan Lokal Efektif Cegah Penyebaran Radikalisme

55
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kasi penelitian BNPT Puput Agus saat diwawancara awak media di Hotel Horizon, Rabu (24/4). Foto: Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menganggap bahwa kearifan lokal diyakini paling efektif untuk mencegah paham radikalisme. Karena itu pemahaman kearifan lokal sangat diperlukan sejak usia dini.

“Kita ingin negara ini aman, itu yang kita kasih pengertian lewat berbagai kegiatan yang melibatkan para kaum perempuan. Targetnya sekarang guru TK (Taman Kanak-kanak). Karena sejak dini anak-anak harus kita berikan pemahaman nilai-nilai pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan kearifan lokal, karena yang bisa menangkal paham radikal hasil penelitian BNPT adalah kearifan lokal,” ujar Kasi penelitian BNPT Puput Agus di Hotel Horizon, Rabu (24/4).

Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat agar menjaga situasi di daerahnya masing-masing dengan terus melestarikan kearifan lokal. Nilai-nilai keberagaman haruslah dijaga bersama.

“Kita harus bersinergi kepada masyarakat dan stakeholder apa yang bisa dilakukan dalam rangka pencegahan, seperti dari sisi agama, lewat pelajaran agama itu diajarkan bagaimana tentang toleransi kepada sesama,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini kaum perempuan menjadi perhatian khusus bagi BNPT untuk memberikan pemahaman tentang bahaya radikalisme. Sebab, jika dulu perempuan hanya menjadi korban, akan tetapi saat ini kaum perempuan sudah bergeser menjadi pelaku seperti bom di Surabaya dan Sibolga.

“Harus kita antisipasi jangan sampai perempuan ini menjadi pelaku utama, teman-teman FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) ini lah yang nantinya mensosialisasikan bahaya-bahaya radikal itu bagaimana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Lampung Achmad Saefulloh mengatakan, BNPT telah bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri mengenai pemetaan yang disinkronkan dengan data kependudukan.

“Kita memberikan data kepada BNPT berkaitan dengan data kependudukannya. Contohnya ada kantong-kantong agama, seperti kecamatan ini agamanya lebih banyak yang mana. BNPT ini kan penanggulangan, salah satu solusinya jangan sampai ada penyusupan,” ujar Saefulloh.

Dalam pemberian data ini dianggap mampu membantu BNPT dalam pelacakan penduduk. “Kan ada kerja sama BNPT dengan Kemendagri jadi bisa dilacak asal usul pelaku. Itu diawasi jangan sampai menular ke yang lain. Jadi kami memberikan data supaya nanti bagaimana solusi dari BNPT untuk memetakan seperti jumlah laki-laki dan perempuan posisinya di mana saja,” jelasnya. (Erik)

Facebook Comments