Beranda Bandar Lampung

Mantan Kapolda dan Wakapolda Lampung Disebut Terima Aliran Dana Fee Proyek Mesuji, Pengamat Hukum: KPK Semestinya Tindaklanjuti Keterangan Saksi

178
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Wawan Suhendra, Sekdin PU-PR Mesuji bersaksi di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang dalam perkara korupsi paket proyek yang menyeret Bupati Khamami. Foto : Kardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pengamat Hukum Universitas Lampung (Unila) Yusdianto mengatakan, apa yang disampaikan oleh saksi di pengadilan yang menyoal tentang adanya aliran dana ke dua jenderal itu semestinya ditindaklanjuti KPK.

Karena, kata dia, KPK dianggap mampu dan profesional mengungkap perkara khususnya yang berkaitan dengan korupsi. Terlebih, penelusuran dan pengungkapan terhadap perkara itu sudah dilakukan KPK.

“Kesaksian itu menjadi acuan bagi KPK untuk membuat perkara ini menjadi jelas di mata masyarakat, dan proses hukum diterapkan dengan baik dan sesuai,” kata Yusdianto, kemarin.

Menurutnya, tidak perlu ada keraguan yang timbul dari KPK karena status kedua mantan pejabat Polda Lampung itu adalah jenderal. Karena, sekelas menteri pun sudah pernah dipanggil KPK untuk mengklarifikasi setiap informasi. Sehingga, azas hukum bahwa semua orang sama di hadapan hukum benar-benar diterapkan.

“Kita harapkan KPK melakukan pemanggilan. Saya kira mau itu pangkat jenderal atau kopral sekalipun tidak ada masalah untuk dipanggil sepanjang itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Baca Juga: Brigjen Yoyol: Saya Tidak Pernah Terima Uang Bupati

Dia pun mendorong agar KPK tidak hanya bekerja di satu titik saja. Menurut dia, persidangan hanya bagian kecil dari suatu perkara. Jika ada kesaksian yang muncul selama persidangan, itu haruslah disikapi dengan menindaklanjutinya karena bagian untuk mengungkap secara keseluruhan setiap perkara yang ada.

“Supaya itu juga menjadi pencegahan terhadap praktik korupsi. Jangan hanya sampai di situ saja. Seperti kita ketahui, perkara yang pernah dikembangkan terjadi di Lampung Tengah,” ucapnya.

Ia melanjutkan, dengan memanggil kedua jenderal itu untuk dimintai klarifikasi, maka hal itu menjadi catatan bagi oknum supaya tidak melakukan praktek yang sama.

“Saya kira itu baik untuk dilakukan KPK. Kita dorong agar perkara ini diungkap sehingga isu-isu liar tidak berkembang di masyarakat. Ini juga menjadi catatan bagi oknum, supaya sadar dan tidak melakukan praktek begitu. Agar tidak ada lagi upaya backing sehingga praktek korupsi tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Soal Perintah Siapkan Paket Proyek ke Mantan Pejabat Polda Lampung, Wawan : Saya Berkomunikasi dengan AKBP Y

Ia menambahkan, upaya KPK untuk memanggil kedua jenderal diharapkan tidak memunculkan intervensi kepada KPK itu sendiri.

“Ya kita dukung sepenuhnya. Kalau kemudian upaya itu dilakukan KPK, kita harap jangan ada intervensi, karena semua sama di hadapan hukum,” tandasnya.

Sebelumnya, Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Mesuji Wawan Suhendra menyebutkan ada dana sebesar Rp150 juta yang diberikan Khamami kepada mantan Kapolda Lampung Irjen Pol S dan Rp50 juta diberikan kepada mantan Wakapolda Lampung Brigjen Pol ARY pada bulan Mei 2018, saat menjadi saksi di persidangan perkara suap fee proyek di Kabupaten Mesuji dengan terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Senin (22/4/2019).

Baca Juga: Begini Kronologis Dugaan Pemberian Uang ke Pejabat Polda Lampung Terkait Kasus Korupsi Khamami

Menanggapi pernyataan Wawan, Mantan Wakapolda Lampung Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol mengaku tidak pernah menerima uang dari Bupati Mesuji nonaktif Khamami. Ia pun membantah pernah terlibat dalam permainan proyek di Kabupaten Mesuji.

“Assalamualaikum, selamat pagi mas. Boleh dicek, saya tidak pernah main proyek apalagi terima uang,” kata Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol melalui pesan Whatsapp, Selasa (23/4/2019).

Sementara, berbeda dengan Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol, upaya klarifikasi yang dilayangkan kepada mantan Kapolda Lampung Irjen Pol S belum mendapat jawaban. Upaya konfirmasi yang dilakukan Kupas Tuntas belum ada respon dari yang bersangkutan.(Kardo)

Baca Juga: Mantan Kapolda dan Waka Polda Lampung Diduga Terima Aliran Dana Fee Proyek Khamami

Facebook Comments