• Sabtu, 07 Desember 2019

BNPT Siapkan Strategi Khusus Untuk Deradikalisasi Pelaku Teror Perempuan

Kamis, 25 April 2019 - 09.47 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merancang strategi khusus untuk melakukan deradikalisasi pelaku teror khusus kaum perempuan. Pasalnya, saat ini peran perempuan dalam aksi-aksi radikalisme sangat dominan. Kaum perempuan mulai banyak yang menjadi pelaku teror. Seperti bom di Surabaya dan di Sibolga, Sumatera Utara.

Kasi Penelitian BNPT, Puput Agus mengatakan, kaum perempuan menjadi perhatian khusus bagi BNPT untuk memberikan pemahaman tentang bahaya radikalisme. Karena jika dulu perempuan hanya menjadi korban, tetapi saat ini sudah bergeser menjadi pelaku.

“Ini harus kita antisipasi jangan sampai perempuan ini menjadi pelaku utama, teman-teman FKPT (Forum Koordinasi Pencegaan Terorisme) yang nantinya mensosialisasikan bahaya-bahaya radikal itu," kata Agus, usai rapat koordinasi penanggulangan teroris di Hotel Horizon, Rabu (24/4/2019).

Para perempuan juga diimbau dapat lebih peka mendeteksi gejala pada anak-anaknya yang terpapar paham terorisme. Agus menilai, kearifan lokal di tiap daerah paling efektif untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme. Karena itu pemahaman kearifan lokal sangat diperlukan sejak dini, bahkan dari jenjang TK.

“Kita ingin negara ini aman, itu yang kita kasih pengertian lewat berbagai kegiatan yang melibatkan para kaum perempuan. Targetnya sekarang guru TK. Karena sejak dini anak-anak harus kita berikan pemahaman nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan kearifan lokal. Karena dari hasil penelitian BNPT, yang bisa menangkal paham radikal adalah kearifan lokal," ujar Kasi penelitian BNPT, Puput Agus

Baca Juga: Petugas Pemilu Meninggal Dunia Diusulkan Terima Santunan Rp36 Juta

Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar menjaga situasi di daerahnya masing-masing dengan terus melestarikan kearifan lokal. Nilai-nilai keberagaman harus dijaga bersama. “Kita harus bersinergi kepada masyarakat dan stakeholder apa yang bisa dilakukan dalam rangka pencegahan, seperti dari sisi agama, mungkin pelajaran agama itu bagaimana tentang toleransi kepada sesama," ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh mengatakan, BNPT telah bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri mengenai pemetaan perkembangan paham radikalisme yang disinkronkan dengan data kependudukan.

“Kita memberikan data kepada BNPT berkaitan dengan data kependudukannya. Contohnya ada kantong-kantong agama, seperti kecamatan ini agamanya lebih banyak yang mana. BNPT ini kan penanggulangan, salah satu solusinya jangan sampai ada penyusupan," ujar Saefulloh.

Dengan pemberian data ini, dianggap akan membantu BNPT dalam pelacakan penduduk yang berpotensi berpaham radikal. “Kan ada kerja sama BNPT dengan Kemendagri jadi bisa dilacak asal usul pelaku. Itu diawasi jangan sampai menular ke yang lain. Jadi kami memberikan data supaya nanti bagaimana solusi dari BNPT untuk memetakan seperti jumlah laki-laki dan perempuan posisinya dimana saja," jelasnya. (Erik)

  • Editor : Mita Wijayanti