Beranda Politik

Petugas Pemilu Meninggal Dunia Diusulkan Terima Santunan Rp36 Juta

47
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –  Panjangnya proses tahapan Pemilu 2019 berdampak fatal terhadap para petugas di lapangan. Jumlah petugas yang meninggal dunia pun terus bertambah. KPU Provinsi Lampung merilis jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 9 orang hingga Rabu (24/4/2019).

Ketua KPU Provinsi Lampung Nanang Trenggono mengatakan, hingga kini jumlah petugas Pemilu 2019 yang meninggal sudah berjumlah 9 orang. Nanang mengatakan, korban terakhir meninggal dunia adalah anggota KPPS di Kabupaten Mesuji dan Tanggamus, serta petugas Linmas di Kabupaten Pesawaran.

“Saat ini jumlahnya 9 orang yang gugur. Untuk 3 korban meninggal terbaru adalah untuk yang Mesuji atas nama Nurhadi anggota KPPS TPS 005 Muara Tenang Kecamatan Tanjung Raya. Kemudian atas nama Irfan Hilmi anggota KPPS TPS 7 Tanggamus, dan petugas Linmas atas nama Aminin di Kecamatan Gedongtataan Pesawaran,” jelas Nanang, kemarin.

Nanang mengungkapkan, bagi penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia dan yang sakit akan diberi santunan. Saat ini KPU se- Indonesia telah mengajukan hal itu ke KPU RI. Selanjutnya, KPU RI sudah mengajukan surat resmi kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan agar untuk setiap penyelenggara yang meninggal atau gugur dan sakit diberi uang santunan berkisar Rp30 juta-Rp36 juta per orang.

“Ini sudah disetujui menteri keuangan, tetapi keputusan presidennya (Kepres) belum keluar. Konsep ini mengambil contoh Jabar, dimana gubernurnya sudah berinisiatif memberikan santunan kepada KPPS yang meninggal dunia sebanyak 44 orang. Masing-masing menerima Rp50 juta. Kalau di Lampung belum ada informasi dari gubernur,” ujarnya. (Sule)

Facebook Comments