• Kamis, 12 Desember 2019

Ratusan Warga dan Prajurit Belajar Budidaya Udang Vaname di Brigif 4 Marinir/BS

Senin, 29 April 2019 - 14.28 WIB - 0

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Untuk meningkatkan perekonomian warga yang tinggal di daerah pesisir pantai, Brigade Infanteri 4 Marinir/BS, menggelar pelatihan budidaya pertanian laut udang vaname. Budidaya yang dikembangkan adalah dengan metode bioflok, yaitu memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar lingkungan masyarakat.

Dengan metode bioflok ini, warga bisa mendapat tambahan penghasilan jika punya sisa lahan di pekarangan. Dengan satu wadah bervolume 12 meter kubik, warga bisa menghasilkan Rp4 juta sekali panen.

Pelatihan ini diadakan di Balai Prajurit Kima Brigif 4 Marinir/BS, Senin (29/4/2019) dan dibuka Asisten Potensi Maritim Mako Marinir Kolonel Mar Baedhowi Octavidia.

Kolonel Mar Baedhowi Octavidia mengatakan, pelatihan ini merupakan wujud kepedulian TNI untuk memberikan keterampilan kepada anggota TNI, PNS dan masyarakat sekitar tentang budidaya udang vaname.

“Sehingga dapat menciptakan peluang usaha mandiri yang pada akhirnya mampu meningkatkan taraf hidup yang lebih layak,” kata dia.

Dikatakannya, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam dan kekayaan hayati yang melimpah, terutama hasil laut, khususnya udang vaname.

Sesuai data BPS, kata dia, tercatat ekspor udang Indonesia dalam 5 tahun tumbuh rata-rata 6,43 persen dengan nilai ekspor 1,46 triliun USD. Dari komoditas itu, udang vaname menjadi produk unggulan yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dikembangkan, karena pangsa pasarnya yang cukup besar.

“Oleh karena itu, Korps Marinir yang merupakan bagian dari TNI AL berupaya mendukung kebijakan pemerintah tersebut melalui pelatihan ini sekaligus perannya dalam memberdayakan pertahanan laut,” tandasnya.

Sementara dalam laporan Ketua Panitia Pelatihan, Letkol Mar Imanda mengatakan, laut Indonesia kaya akan sumber daya alam laut. Untuk mengoptimalkan SDA itu, perlu ada gagasan dan penyuluhan bagi warga pesisir, khususnya para nelayan.

“Karena itu kita memberikan pelatihan cara budidaya pertanian laut yang baik dan benar, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sasarannya, agar tercapai standar kemampuan tentang pemahaman budidaya pertanian laut, khususnya udang vaname dengan media bioflok dengan baik dan benar,” kata Letkol Mar Imanda.

Pasintel Brigif 4 Marinir/BS ini menjelaskan kegiatan ini diikuti sebanyak 300 orang. Terdiri dari 240 peserta pelatihan 30 panitia, 25 personil pendukung dan 5 orang tim penyuluh. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memelihara ekosistem laut di wilayah pembinaan Brigif 4 Marinir/BS dan mewujudkan pertanian laut yang memiliki nilai komersial yang tinggi. Adapun, salah satu narasumber yang memberikan pelatihan adalah Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Toga Mahaji. (Tampan)

  • Editor : Mita Wijayanti