Beranda Bandar Lampung

Hakim Yustisial PT Tanjung Karang Dipecat, MA: Tidak Ada Toleransi Kalau Terkontaminasi Narkoba

137
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Mahkamah Kehormatan Hakim (MKH) yang dibentuk Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA), memberhentikan dengan tidak hormat hakim yustisial di Pengadilan Tinggi (PT) Tanjung Karang, bernama M Yudi Saputra (MYS), Selasa (30/4/2019).

Putusan MKH untuk M Yudi Saputra (MYS), hakim yang sempat bertugas di Pengadilan Negeri Menggala, Kabupaten Tulang Bawang itu diketuk di MA Jakarta.

“Menjatuhkan sanksi berat kepada terlapor MYS berupa pemberhentian tetap dengan tidak hormat, karena telah terbukti melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH),” kata Ketua Majelis MKH, Aidul Fitriciada Azhari.

Juru Bicara Mahkamah Agung Abdullah saat dikonfirmasi Kupas Tuntas menyatakan bahwa hal itu merupakan komitmen daripada Mahkamah Agung dan menegaskan tidak ada toleransi bagi mereka yang telah melakukan perilaku menyimpang.

“Putusan itu benar. MA senantiasa berkomitmen memperbaiki citra dan wibawa lembaga dan tidak ada toleransi terjadinya penyimpangan perilaku. MA selalu menjaga harkat dan martabat dalam mewujudkan visi dan misi MA RI,” terang Abdullah, Rabu (1/5/2019).

“Mohon maaf bahwa yang bersangkutan diberhentikan sebagai hakim. (Karena) Hakim tidak boleh terkontaminasi dengan tindak pidana narkoba,” ucap Abdullah lagi.

Dalam fakta persidangan, MYS terbukti memasukkan perempuan ke dalam rumah dinasnya saat ia masih bertugas di Pengadilan Negeri Menggala, Tulang Bawang.

“Kemudian berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Hakim MYS terbukti mengonsumsi narkoba jenis metamphetamine,” kata Aidul yang juga Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY.

Akibatnya, MYS dinilai terbukti melanggar KEPPH angka 2, angka 3, angka 5, dan angka 7 jo Pasal 6, Pasal 7, Pasal 9, dan Pasal 11 Peraturan Bersama Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial Nomor 02/PB/MA/IX/2012 dan Nomor 02/PB/P.KY/09/2012 tentang Panduan Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

Adapun susunan MKH yang memutus MYS terdiri dari Aidul Fitriciada sebagai Ketua bersama anggota lainnya yaitu Sukma Violetta, Farid Wajdi, dan Sumartoyo dari KY. Sedangkan dari MA, yaitu Hakim Agung Irfan Fachrudin, Maria Anna Samiyati, dan Sofyan Sitompul. (Ricardo)

Facebook Comments