Beranda Daerah Lampung Lampung Selatan

Disdik Lamsel Minta Uang Pungli UN Dikembalikan

254
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan memerintahkan pihak SDN 2 Sukamulya, Kecamatan Palas, untuk mengembalikan uang dugaan pungutan liar (pungli) kepada para siswa yang mengatasnamakan uang pelaksanaan ujian nasional (UN).

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan Thomas Amirico saat dikonfirmasi soal dugaan pungli tersebut menegaskan, tidak akan mentoleransi bagi sekolah mana pun dan dengan alasan apapun untuk melakukan tindakan pungutan liar di sekolahnya.

“Yang jelas mereka kita panggil tadi untuk meminta keterangan, berkenaan dengan kabar adanya dugaan pungli oleh pihak sekolah,” jelasnya, Kamis (2/5/2019).

Ia menegaskan, telah memerintahkan agar uang pungutan liar yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk segera dipulangkan kepada masing-masing siswa atau wali murid. “Kita perintahkan (uang) itu untuk di pulangkan. Dan tadi laporan terakhir uang itu sudah dipulangkan,” tegas Thomas.

Thomas menyatakan, telah memberikan peringatan keras kepada pihak sekolah yang telah melakukan hal yang dianggap mencoreng muka pendidikan di Lampung Selatan.

“Sementara kita kasih peringatan keras terhadap pihak sekolah terkait. Karena tidak diperkenankan melakukan pungutan apapun dengan alasan apapun,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Lampung Selatan Syaifulloh saat dikonfirmasi menyatakan tidak boleh ada pungutan apapun untuk pelaksanaan UN. Pasalnya, biaya untuk UN sudah ditanggung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kita sudah tanya ke pihak MKKS di Kecamatan Palas, dan hanya sekolah itu yang melakukan pungli. Secara aturan, itu tidak dibenarkan,” ucapnya.

Pihaknya pun meminta agar uang yang telah dipungut untuk dikembalikan. “Mereka sudah kita panggil untuk dimintai keterangan, kalau benar itu harus dikembalikan,” tegasnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kupas Tuntas, sejumlah orang tua murid di SDN 2 Sukamulya, Palas, merasa keberatan terhadap sumbangan yang ditarik pihak sekolah sebesar Rp100.000 untuk pembayaran UN.

“Kami dikumpulkan oleh pihak sekolah dan disampaikan untuk membayar uang itu tanpa ada perincian apa-apa,” ujar salah satu murid yang tidak ingin namanya di publikasikan ke media. (Dirsah/Edu)

Facebook Comments