Beranda Ekonomi

Inflasi Meningkat di Bulan April, BI : Waspada Kenaikan Harga Pangan Bulan Puasa

22
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/berita-ekonomi/2018-03/bank-indonesia-keyakinan-konsumen-menurun-di-februari-2018-01.jpg
Bank Indonesia. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –┬áKantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung mengajak seluruh instansi terkait di Lampung agar bersama-sama melakukan langkah konkrit untuk mencegah terjadinya inflasi pada bulan puasa dan hari raya Idul Fitri.

BI Lampung merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada April 2019 mengalami inflasi sebesar 0,66% (mtm), meningkat dari capaian bulan lalu (0,32%;mtm). Angka itu juga di atas rata-rata historis inflasi April dalam 5 tahun terakhir.

Dilihat dari sumbernya, inflasi April dipicu oleh kenaikan harga kelompok bahan makanan karena terbatasnya pasokan di tengah meningkatnya permintaan. Khususnya pada komoditas hortikultura, daging dan telur ayam.

Bank Indonesia Provinsi Lampung menyatakan inflasi yang terjadi di bulan April didorong tekanan harga pada kelompok bahan makanan (2,59%; mtm), terutama komoditas holtikultura. Seperti bawang merah, bawang putih, jeruk, telur ayam ras dan tomat sayur.

“Komoditas ini memberikan sumbangan inflasi terbesar di Provinsi Lampung. Kenaikan harga bawang merah dan tomat sayur terjadi seiring dengan menipisnya pasokan hortikultura seiring mulai berakhirnya musim panen komoditas tersebut, termasuk dari Pulau Jawa,” jelas Kepala Perwakilan BI Lampung, Budiharto Styawan, Jumat (3/5).

Menurutnya, faktor musim penghujan yang masih berlangsung di bulan April menjadi salah satu penghambat produksi komoditas hortikultura. Adapun terlambat masuknya pasokan impor komoditas bawang putih menjadi faktor utama kenaikan harga komoditas tersebut di bulan April.

“Selain itu, kenaikan permintaan yang terjadi pada telur dan daging ayam ras menjelang Ramadhan turut mempengaruhi peningkatan harga komoditas tersebut di tengah pembatasan stok DOC dan tingginya harga pakan,” jelasnya.

Berkaca pada pencapaian inflasi di bulan April yang relatif tinggi dibandingkan provinsi lain, KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung memandang risiko kenaikan tekanan inflasi khususnya yang bersumber dari gejolak harga pangan perlu diwaspadai.

Untuk mengantisipasi risiko tekanan inflasi, diperlukan langkah-langkah pengendalian inflasi yang konkrit terutama untuk menjaga inflasi yang tetap rendah dan stabil.

“Yakni TPID, Satgas Pangan dan pihak terkait perlu melakukan berbagai upaya untuk mengarahkan dan menjaga ekspektasi masyarakat terkait kenaikan harga pangan. Diantaranya dengan memastikan dan mengkomunikasikan kecukupan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas bahan makanan di sentra penjualan, termasuk memastikan kelancaran distribusinya dari sentra-sentra produksi,” ujar Budiharto.

Selain itu, imbauan moral juga perlu dilakukan bekerja sama dengan Dewan Masjid, MUI maupun pihak terkait untuk berbelanja bijak di bulan Ramadhan, guna mengurangi kenaikan permintaan komoditas pangan yang sifatnya seasonal di bulan Ramadhan.

“Di samping itu, operasi pasar yang bekerja sama dengan distributor, retail maupun pihak terkait perlu dilaksanakan secara intensif menjelang dan saat bulan Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri,” imbuhnya.

Adapun kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) oleh BULOG dan peningkatan pemanfaatan stok beras BULOG untuk program Bansos Rastra perlu terus dilaksanakan secara efektif memperhitungkan penurunan serapan stok hasil panen memasuki akhir triwulan II 2019.

Kemudian, perlu juga dilaksanakan koordinasi antara lain dengan Organda (Organisasi Angkutan Darat) untuk tidak menaikkan tarif secara berlebihan selama periode mudik lebaran serta melakukan komunikasi aktif kepada masyarakat mengenai program mudik gratis yang akan diadakan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta. Terkait dengan tarif angkutan udara, diperlukan koordinasi dengan Kementerian terkait, disamping mengimbau maskapai untuk dapat melakukan perbaikan pelayanan di tengah kenaikan tarif batas bawah yang dilakukan di bulan April. (Tampan)

Facebook Comments