Beranda Daerah Lampung Lampung Selatan

Kebakaran di Mapolres Lamsel, 53 Tahanan Dipindah ke Lapas Kelas IIB Kalianda

57
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kantor Kepolisian Resor Lampung Selatan ludes dilalap sijago merah, Kamis (2/5/2019). Foto: Dirsah/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan –¬†Kantor Mapolres Lampung Selatan (Lamsel) terbakar hebat, Kamis (2/5/2019) sekira pukul 10.30-11.00 WIB. Hampir 80 persen kantor kepolisian itu ludes dilalap api. Akibatnya, sekitar 53 tahanan di mapolres setempat harus dipindahkan ke Lapas Kelas IIB Kalianda.

Diduga, percikan api berasal dari hubungan arus pendek (korsleting listrik) di salah satu ruangan kantor mapolres tersebut. Dengan cepat api membesar dan merembet ke hampir seluruh ruangan.

Proses pemadaman berjalan cukup menegangkan. Puluhan kali kendaraan pemadam kebakaran dibantu kendaraan water cannon dan kendaraan air bersih milik perusahaan swasta dan PT ASDP harus bolak-balik untuk menyemprotkan air guna memadamkan api.

Pemadaman juga melibatkan anggota TNI baik Koramil Kalianda maupun TNI Kodim 0421 Lampung Selatan. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB. Namun petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan penyemprotan air untuk pendinginan di lokasi kejadian. Pasalnya, asap masih membumbung tinggi yang berasal dari hampir seluruh ruangan yang terbakar.

Bangunan yang masih tersisa hanya aula dan ruangan pembuatan SIM serta bangunan musala. Dalam kebakaran itu, juga sempat terdengar beberapa kali ledakan yang diduga kuat berasal dari amunisi yang terbakar di ruang gudang senjata maupun ruangan satuan reserse kriminal Mapolres Lampung Selatan.

Menurut keterangan petugas kepolisian yang sedang bertugas, pertama kali api terlihat dari atap plafon ruangan Sumda. “Awalnya saya kira mati lampu, tak lama Pak Kabbag Sumda berteriak agar seluruh jajaran untuk keluar dari ruangan dan berlari keluar kantor, sambil berkata kebakaran-kebakaran,” ucap polisi ini.

Sekitar pukul 13.13 WIB, Karo Sarpras Polda Lampung Kombes Pol Edy Yudianto tiba di lokasi untuk melihat secara langsung kondisi terakhir kantor Mapolres Lampung Selatan yang terbakar.

Kombes Pol Edy Yudianto mengatakan, kerusakan bangunan akibat kebakaran itu mencapai angka di atas 80 persen. “Dari yang kita lihat, kerusakan kantor Mapolres Lampung Selatan mencapai di atas 80 persen,” kata Edy.

Beruntung lanjut Edy, dalam kejadian itu tidak ada laporan korban jiwa dari anggota kepolisian maupun dari masyarakat sipil. “Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Hanya tadi saya dengar ada petugas damkar yang mengalami luka saat tengah membantu proses pemadaman,” ucap Edy.

Ditanya pelayanan masyarakat pasca terbakarnya kantor kepolisian setempat, Edy belum dapat berbicara banyak. Pasalnya, kebijakan untuk hal tersebut berada pada pimpinan Polda Lampung.

“Kalau untuk itu, saya sendiri belum tahu. Kita masih menunggu arahan dari Pak Kapolda. Kita sekarang ini baru melakukan pendataan terlebih dahulu,” terang dia.

Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan juga belum bisa berbicara saat ditanya peristiwa kebakaran di kantor Mapolres setempat.

Saat ditanya kondisi para tahanan, M Syarhan menjawab sudah pindahkan ke tempat yang lebih aman. “Untuk itu, seluruh tahanan sudah dipindahkan,” katanya singkat.

Sementara itu, Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto yang sempat meninjau lokasi kebakaran menyatakan akan menyiapkan tempat sementara untuk mendukung pelayanan pihak kepolisian.

Di bagian lain, Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, sebanyak 53 tahanan Polres Lampung Selatan¬†dari berbagai kasus dipindahkan sementara ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalianda. “Ada 53 tahanan kita pindahkan sementara,” kata Zahwani Pandra Arsyad.

Pandra melanjutkan, pasca terjadinya kebakaran itu, ada beberapa dokumen penting yang ikut hangus terbakar. “Saat ini kobaran api tersebut sudah bisa dipadamkan dengan bantuan alat pemadam kebakaran dan personel kepolisian. Ada beberapa dokumen yang ikut terbakar. Tapi api sekarang sudah bisa dipadamkan,” katanya. (Dirsah/Ant)

Facebook Comments