Beranda Daerah Lampung Pesisir Barat

Kejuaraan Surfing Tingkat Dunia di Pesibar Resmi Ditutup, Ini Daftar Juaranya

66
Bupati Agus Istiqlal saat menyerahkan piala kepada para pemenang. Foto : Nova/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesisir Barat – Kejuaraan surfing internasional Krui Pro 2019 QS3000 Men’s dan Women’s QS1000, yang dihelat sejak tanggal 29 April sampai dengan 4 Mei 2019, secara resmi ditutup langsung oleh Bupati Pesibar, Agus Istiqlal, Sabtu (4/5), di Pantai Karangnyimbor Pekon Tanjungsetia Kecamatan Pesisir Selatan.

Kepala Dispora, Ruslan Samad, pada laporannya menjelaskan gelaran Krui Pro 2019 Surfing Competition QS3000 Men’s dan Women’s QS1000 diikuti oleh 144 peserta 112 pria dan 32 peserta wanita dari 24 negara termasuk Indonesia.

Pada kejuaraan itu, Lucas Silveira berhasil mengalahkan surfer Australia, Mitch Coleborn. Lucas berhasil menjadi yang terbaik di ajang tersebut. Dirinya mendulang poin sebesar 14,83 sementara Mitch Caleborn hanya mendapatkan poin sebesar 12,46.

Sedangkan untuk kejuaraan surfing wanita Krui Pro 2019 QS 1,000 dimenangkan oleh peselancar wanita dari Negara Kostarika Leilani McGonagel, dirinya berhasil mematahkan perlawanan surfer Kaela Tomodo-Bannert. Leilani McGonagel menang tipis dengan memperoleh poin total 14,84 sementara Poin Kaela Tomodo-Bannert hanya 13,76.

Sementara Bupati Pesibar, Agus Istiqlal, menyampaikan rasa bangga atas terlaksananya kejuaraan surfing internasional Krui Pro Tahun 2019 yang telah tercatat dalam 100 calender of event Kemenpar.

“Pesibar layak dijadikan tempat sebagai kejuaraan surfing pada event-event internasional yang lebih bergengsi. Karenanya di Tahun 2019 Pemkab Pesibar kembali menggelar kejuaraan surfing internasional Krui Pro 2019 WSL QS3000 Men’s dan QS1000 Women’s yang telah mengalami peningkatan level dari kejuaraan pada tahun – tahun sebelumnya, sudah berjalan sangat sukses,” ungkap Agus.

Dilanjutkannya, Krui Pro 2019 merupakan kejuaraan resmi yang telah diakui dunia, dengan diikuti para pesurfer dari 24 negara. Panitia penyelenggara kejuaraan surfing ini merupakan tim kepanitiaan yang profesional serta telah memiliki sertifikasi bertaraf internasional.

“Kejuaraan surfing internasional yang dilaksanakan untuk ketiga kalinya ini, sangat perlu memperoleh perhatian khusus dari semua pihak. Meski pelaksanaan kegiatan ini masih dilaksanakan dengan fasilitas yang masih kurang memadai, akan tetapi telah mewakili negara Indonesia sebagai penyelenggara event yang diakui dunia Internasional,” tutup Agus. (Nova)

Facebook Comments