• Sabtu, 14 Desember 2019

Akomodasi dan Usaha Makanan-Minuman Tumbuh Pesat di Lampung

Senin, 06 Mei 2019 - 16.24 WIB - 0

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Perekonomian Provinsi Lampung triwulan I tahun 2019 tumbuh sebesar 5,18 persen dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y). Pertumbuhan positif dicapai oleh seluruh lapangan usaha pada triwulan ini, kecuali pada jasa keuangan.

Sektor penyediaan akomodasi (penginapan) dan makan minum (rumah makan dan restoran) merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu 10,55 persen. Diikuti jasa pendidikan 9,98 persen serta jasa lainnya 9,15 persen. Kategori informasi dan komunikasi mengalami pertumbuhan di angka 8,67 persen. Sementara perdagangan besar/eceran dan reparasi kendaraan mobil dan motor tumbuh 8,11 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum mengatakan, struktur perekonomian Provinsi Lampung menurut lapangan usaha Triwulan I-2019 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan (30,88 persen); industri pengolahan (18,62 persen); serta perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor (11,66 persen).

“Jika dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung Triwulan I-2019 sebesar 5,18 persen, terlihat bahwa industri pengolahan merupakan sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,32 persen, diikuti perdagangan besar-eceran dan reparasi kendaraan sebesar 0,98 persen serta konstruksi sebesar 0,68 persen,” jelas Yeane dalam rilisnya, Senin (6/5).

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung juga tak terlepas dari pelaksanaan Pemilu serentak pada April lalu. Pengeluaran itu termasuk dalam Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 10,20 persen.

“Konsumsi LNPRT tumbuh tinggi disebabkan berlangsungnya masa kampanye para capres dan caleg yang berakibat meningkatnya belanja operasional partai. Pertumbuhan pengeluaran konsumsi pemerintah didorong oleh meningkatnya belanja barang dan jasa serta belanja bantuan sosial,” tandasnya.

Kemudian Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 6,72 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,50 persen. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi Indonesia terjadi di seluruh pulau. Pertumbuhan tertinggi terjadi di Pulau Sulawesi sebesar 6,51 persen, diikuti oleh Pulau Jawa sebesar 5,66 persen, serta Kalimantan sebesar 5,33 persen. (Tampan)

  • Editor : Mita Wijayanti