Beranda Bandar Lampung

Terima Banyak Laporan, Cafe Nudi Masuk Dalam Pantauan BNNP Lampung

778
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga (tengah). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Sebelum memasuki bulan suci Ramadan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam dan ke Cafe yang berada Kota Bandar Lampung pada Sabtu (27/4) malam lalu.

Dari hasil pemeriksaan tes urine yang dilakukan BNNP di tempat hiburan malam (karaoke) Selebriti dan Cafe Nudi yang berada di Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung, didapati beberapa pengunjung yang positif menggunakan narkoba.

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga, menjelaskan, razia yang dilakukan oleh anggotanya itu bagian dari upaya untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Lampung. Yang menjadi target pihaknya adalah Cafe Nudi yang memang mendapat banyak laporan akan indikasi peredaran narkoba sehingga dilakukan razia.

Dalam razia tersebut, anggotanya mendapatkan beberapa pengunjung yang sudah dalam keadaan mabuk. Dan ketika anggotanya menyambangi Cafe tersebut, langsung dilakukan tes urine di tempat serta menggeledah satu persatu barang bawaan mereka.

“Cafe itu (Nudi) paling banyak laporan dari masyarakat yang masuk ke kita (BNNP). Ada sampai sekitar 25 laporan yang masuk. Makanya, saya perintahkan anggota untuk membuktikan apakah benar laporan tersebut atau tidak, dengan melakukan razia,” kata Tagam saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (8/5).

Alhasil, kata Tagam, banyak pengunjung yang urinenya dinyatakan positif menggunakan narkoba. “Saya lupa jumlahnya, itu (datanya) ada di bagian Pemberantasan. Tapi lumayan banyak juga yang dibawa ke kantor karena urinenya positif narkoba,” jelasnya.

Apakah ditemukan barang bukti narkoba dalam razia tersebut, Tagam mengaku tidak ada. “Nggak ada ditemukan Narkoba, hanya urine beberapa pengunjung,” kata dia.

Lantaran tidak mendapatkan barang bukti, jelas Tagam, para pengunjung yang diamankan tersebut akan dilakukan assesment untuk mengetahui riwayat penggunaan narkotika, khususnya mengenai tingkat ketergantungan atau kecanduan.

Dengan adanya temuan pengguna narkotika di cafe tersebut membuat Jenderal Bintang Satu ini gerah. Ia pun berharap kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mengambil langkah tegas. “Saya minta juga kepada para pengelola hiburan baik itu karaoke, cafe dan sebagainya, turut berpartisipasi dalam pencegahan narkoba, jangan malah dibiarkan,” pesannya.

Sebelumnya, Brigjen Tagam mengultimatum tempat hiburan malam, hotel hingga indekos yang tidak melakukan pengawasan dan menjadi saran peredaran narkoba, maka akan ditindak dan izin usahanya dicabut.

“Kita terima kasih juga sama Gubernur Lampung, Ketua DPRD, karena sudah ada Perda Pencegahan Narkoba, kalau ada tempat-tempat (hiburan malam tak memasang imbauan) bahkan jadi tempat peredaran, bisa dicabut, kalau bandar bermain di Lampung, kita tembak mati,” tegas Tagam.

Namun pencabutan tersebut tak serta merta dilakukan, harus ada langkah-langkah bertahap hingga sanski. “Pertama teguran tertulis, nanti bisa dicabut,” ujarnya.

Untuk diketahui, selain BNNP Lampung, Cafe Nudi juga pernah di razia Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung, sebelum pergantian malam tahun 2018 ke 2019, Senin (31/12/2018) malam.

Dari Cafe tersebut, petugas mengamankan dua orang pengunjung karena saat menjalani tes urine dinyatakan positif mengandung narkoba. (Oscar)

Facebook Comments