Beranda Politik

Banyak Caleg Petahana Lampung Gagal, Pengamat Politik: Konsekuensi Kinerja yang Rendah

227
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara tingkat KPU Provinsi Lampung di Ballroom Novotel Bandar Lampung berakhir pada Minggu (12/5/2019) dini hari. Dalam rapat pleno suara tingkat provinsi ini, hanya menghitung perolehan suara untuk Pilpres, DPR RI, DPD RI, dan DPRD Provinsi. Foto: Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat KPU Provinsi Lampung di Ballroom Hotel Novotel Bandar Lampung berakhir pada Minggu (12/5/2019) dini hari. Dalam rapat pleno rekapitulasi suara tingkat provinsi ini, hanya menghitung perolehan suara untuk pemilihan calon presiden dan wakil presiden, DPR RI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan DPRD Provinsi Lampung.

Hasilnya, untuk di DPRD Provinsi Lampung sebanyak 60 persen atau sekitar 50 kursi akan diisi wajah-wajah baru. Sementara sisanya sebanyak 35 kursi masih akan ditempati oleh caleg petahana.

Dimintai tanggapannya, Pengamat Politik Universitas Lampung Dedi Hermawan mengatakan, banyaknya caleg petahana yang gugur dalam kompetisi Pemilu 2019 merupakan konsekuensi kinerja petahana yang rendah selama ini. Sehingga mendapat sanksi politik dari pemilih.

Selain itu, lanjut dia, bisa juga ini dikarenakan keterbatasan modal dan sumber daya, sehingga gagal dalam bersaing di pasar politik.

“Dan yang terakhir banyaknya petahana yang tidak dapat mengembangkan pertarungan ini, karena kalah bersaing dengan calon-calon lain yang memiliki modal logistik, politik, sosial dan jaringan yang jauh lebih besar. Ini beberapa yang menyebabkan petahana gagal dan sekaligus menjadi pelajaran bagi mereka yang baru terpilih,” ujar dia. (Sule)

Facebook Comments