Beranda Bandar Lampung

Titik Rawan Kemacetan pada Ruas Jalan di Provinsi Lampung Berkurang

444
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/20161217macet_bandarlampung.jpg
Ilustrasi kemacetan di Lampung/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Dinas Perhubungan Provinsi Lampung memperkirakan titik rawan kemacetan kendaraan pada ruas jalan di Provinsi Lampung akan berkurang. Ada pun salah satu faktornya yaitu dikarenakan mulai beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sehingga membuat beban kendaraan di jalan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi berkurang.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qudrotul Ikhwan mengungkapkan, adanya jalan tol ini akan mengurangi kemacetan di badan jalan, terlebih saat masa angkutan Lebaran mendatang. Disebutkannya, beberapa titik rawan kemacetan yang akan berkurang terutama pada jalur yang berdampingan dengan jalan tol seperti Pasir Putih, Panjang, Natar, Simpang Tegineneng, dan Unit II Tulang Bawang.

“Kalau merujuk ke Lebaran tahun lalu, untuk tahun ini mudah-mudahan berkurang. Tinggal lagi seperti di Pasar Bukit Kemuning Lampung Utara, Pasar Talangpadang Tanggamus, Pasar Pringsewu, Pasar Gadingrejo yang diprediksi rawan kemacetan. Hanya saja untuk Bandar Jaya Lampung diperkirakan masih rawan kemacetan disamping jalur exit tol,” jelas Qudrotul, Minggu (12/5/2019).

Pihaknya membutuhkan koordinasi dengan berbagai instansi dan pihak untuk penanganan titik-titik rawan kemacetan itu, sehingga tidak menghambat kelancaran kendaraan arus mudik dan balik pada Lebaran 2019 nanti.

Ia mengatakan, selain penanganan pada titik-titik rawan kemacetan setidaknya diperlukan optimalisasi fungsi terminal dengan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan penumpang umum, pemantauan tarif angkutan umum, dan ramp check.

“Perlu pula disiapkan area istirahat di jalur jalan lintas Sumatera, memprioritaskan angkutan penumpang umum dalam pengaturan di lapangan, penyediaan sarana informasi mudik Lebaran, pengawasan keselamatan angkutan sungai, danau dan penyeberangan. Pembatasan operasional angkutan barang, penyiapan mobil derek, alat-alat berat pada lokasi tertentu, dan pengaturan penumpang di terminal, pelabuhan penyeberangan, stasiun, dan bandara di Lampung,” jelasnya.

“Kita mengantisipasi itu agar pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2019 terselenggara dengan aman, nyaman, efektif dan efisien,” imbuhnya. (Erik)

 

Tonton Juga :

Detik-Detik Penangkapan Pelaku Pengancam Presiden Jokowi

Facebook Comments