• Rabu, 11 Desember 2019

Mengintip Sepak Terjang PT Subanus Sebelum di OTT KPK, Garap Proyek Flyover di Bandar Lampung

Selasa, 14 Mei 2019 - 08.17 WIB - 0

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - PT Subanus menjadi salah satu perusahaan konstruksi cukup ternama di Provinsi Lampung. Sejumlah proyek besar sudah dikerjakannya di sejumlah daerah, termasuk beberapa proyek flyover di Kota Bandar Lampung. Sampai akhirnya, pemilik PT Subanus Sibron Aziz terjaring OTT KPK bersama Bupati Mesuji nonaktif Khamami dalam kasus suap fee proyek infrastruktur.

Kantor PT Suci Karya Budinusa (Subanus) berdomisili di Jalan Dr Harun II Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung. Informasi yang diterima Kupas Tuntas, owner PT Subanus  adalah Sibron Aziz yang kini sedang menjadi terdakwa dalam kasus suap fee proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Mesuji di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang.

Berdasarkan data yang dihimpun Kupas Tuntas, PT Subanus memiliki kiprah yang cukup besar dalam pengerjaan proyek fisik di beberapa daerah di Provinsi Lampung. Ini tidak terlepas dengan sumber daya manusia dan permodalan yang dimiliki PT Subanus.

Untuk memperluas usahanya, PT Subanus juga mendirikan sejumlah anak perusahaan, di antaranya PT Jasa Promix Nusantara, CV Cecilia Putri dan PT Dewanto.

Di Kota Bandar Lampung, PT Subanus cukup dikenal di kalangan kontraktor sejak memenangkan tender pengerjaan proyek flyover pertama di ibu kota Provinsi Lampung ini.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Supardi, mengatakan untuk di Kota Bandar Lampung, PT Subanus mengerjakan beberapa proyek flyover. 

Beberapa proyek flyover yang dikerjakan PT Subanus itu adalah flyover Kimaja-Ratu Dibalau dengan kontrak anggaran Rp34 miliar, flyover Pramuka-Cik Ditiro dengan kontrak Rp47 miliar dan fly over Gajah Mada-Djuanda Rp60 miliar.

Bahkan, anak perusahaan PT Subanus yakni PT Dewanto juga yang mengerjakan proyek fly over Teuku Umar–ZA Pagar Alam (Mall Boemi Kedaton).

“Selain fly over, mereka tidak mengerjakan proyek lainnya baik itu seperti jalan lingkungan dan pekerjaan fisik lainnya,” kata Supardi, Senin (13/5/2019).

Pengerjaan Proyek Flyover PT Subanus Tidak Selalu Mulus

Namun, pengerjaan proyek flyover yang dilakukan PT Subanus tidak selalu mulus. Seperti pengerjaan flyover Pramuka–Cik Ditiro sempat ditemukan ada patahan pada dinding flyover atau RC plate-nya pada bulan Mei 2018 hingga menyita perhatian.

Kasus yang lebih ramai terjadi pada pengerjaan flyover Mall Boemi Kedaton pada tahun 2017 sebelum diresmikan, dinding flyovernya sempat patah. Bahkan, saat itu anggota DPRD Bandar Lampung pun sempat menggelar sidak ke lokasi.

Tak hanya itu, flyover Gajah Mada-Djunda pun diduga pengerjaanya kualitasnya buruk, karena banyak lubang dimana-mana sampai saat ini.

Akibat berbagai permasalahan yang timbul tersebut, akhirnya keluar perintah penyelidikan terhadap proyek flyover Kimaja-Ratu Dibalau dengan kontrak anggaran Rp34 miliar yang tertuang dalam surat perintah penyelidikan (sprintlid) pada sekitar Maret 2016 oleh Kejari Bandar Lampung.

Kejari menemukan dugaan beberapa penyimpangan teknis pada beberapa item beton di flyover keempat yang dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung itu.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, PT Subanus tidak melibatkan subkontraktor PT Wika Beton yang memiliki sertifikat resmi kontruksi beton. Namun, hingga kini progress penyelidikan kasus proyek flyover tersebut belum ada kesimpulan.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang PT Subanus, Kupas Tuntas mencoba menggali informasi dengan mendatangi kantor perusahaan ini pada Senin (13/5/2019). Sayang, wartawa  hanya bertemu dengan pegawai resepsionis. Wanita yang menggunakan baju hijau tersebut mempertanyakan maksud kedatangan Kupas Tuntas di kantor tersebut.

Pegawai itu menyarankan, apabila ingin menemui bosnya, harus membuat janji terlebih dahulu, tidak bisa sembarang ketemu.

"Kalau mas mau ketemu sama petinggi di sini, harus membuat janji terlebih dahulu, tidak bisa langsung ketemu begitu saja," kata pegawai tersebut.

Setelah menunggu lama tidak ada yang bisa ditemui, Kupas Tuntas mencoba menemui Fauzan Sibron yang merupakan anak Sibron Aziz yang berada di Perumahan Villa Mas Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur.

Sesampainya di rumah Fauzan Sibron yang berwarna krem dengan gerbang hitam, yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah.

"Bapaknya lagi tidak di rumah mas, sejak pagi sudah keluar rumah," ungkap seorang ibu berbaju merah yang merupakan pembantu rumah tersebut. (Wanda/Sule)

  • Editor : Mita Wijayanti